- Amerika Serikat memfasilitasi pertemuan pejabat Lebanon dan Israel di Washington pada Selasa (14/4) guna membahas penyelesaian konflik kawasan.
- Perundingan bertujuan mencapai gencatan senjata permanen, perlucutan senjata Hizbullah, serta pembahasan rekonstruksi bagi Lebanon dan keamanan wilayah Israel.
- Meski negosiasi berlangsung konstruktif, situasi di lapangan tetap memanas akibat serangan militer yang menyebabkan ribuan korban jiwa.
Suara.com - Amerika Serikat memfasilitasi pertemuan langka antara pejabat Lebanon dan Israel di Washington, Selasa (14/4), di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.
Pertemuan ini dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan berlangsung sekitar dua jam.
Rubio menyebut dialog tersebut sebagai momentum penting untuk mengakhiri ketegangan berkepanjangan.
“Ini adalah peluang bersejarah untuk memberi masa depan yang lebih baik bagi Lebanon dan memastikan Israel hidup tanpa rasa takut,” ujarnya dilansir dari Al Monitor.
Delegasi kedua negara dipimpin oleh Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh.
Turut hadir sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk perwakilan di PBB dan Kedutaan Besar AS di Lebanon.
Pemerintah AS berharap pembicaraan ini bisa melampaui kesepakatan gencatan senjata 2024 dan membuka jalan bagi perdamaian komprehensif.
Selain itu, Washington juga menyinggung potensi bantuan rekonstruksi dan peluang investasi bagi kedua negara.
Namun, di tengah perundingan, situasi di lapangan tetap memanas.
Baca Juga: Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
Kelompok Hizbullah mengklaim telah menembakkan roket ke wilayah Israel utara, sementara militer Israel terus melancarkan serangan udara di Lebanon selatan.
Konflik ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari 1,2 juta warga Lebanon mengungsi sejak pecah pada awal Maret.
Eskalasi ini menambah urgensi bagi kedua pihak untuk mencapai kesepakatan damai.
Israel menegaskan prioritas utama dalam negosiasi adalah perlucutan senjata Hizbullah dan normalisasi hubungan dengan Lebanon.
Sementara itu, Lebanon mendorong gencatan senjata permanen serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayahnya.
Meski tidak ada jabat tangan dalam sesi awal, kedua pihak menyebut pembicaraan berlangsung konstruktif.
“Kami menemukan bahwa kami berada di sisi yang sama dalam banyak hal,” kata Leiter usai pertemuan.
Putaran kedua perundingan dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat.
Dukungan internasional juga mengalir, dengan sejumlah negara Eropa mendesak kedua pihak memanfaatkan peluang ini untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.
Berita Terkait
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Kendala Jadwal, That Time I Got Reincarnated as a Slime S4 Tunda Episode 5
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas