News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 14:16 WIB
Menlu AS Marco Rubio [Officiel Instagram]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat memfasilitasi pertemuan pejabat Lebanon dan Israel di Washington pada Selasa (14/4) guna membahas penyelesaian konflik kawasan.
  • Perundingan bertujuan mencapai gencatan senjata permanen, perlucutan senjata Hizbullah, serta pembahasan rekonstruksi bagi Lebanon dan keamanan wilayah Israel.
  • Meski negosiasi berlangsung konstruktif, situasi di lapangan tetap memanas akibat serangan militer yang menyebabkan ribuan korban jiwa.

Suara.com - Amerika Serikat memfasilitasi pertemuan langka antara pejabat Lebanon dan Israel di Washington, Selasa (14/4), di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.

Pertemuan ini dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan berlangsung sekitar dua jam.

Rubio menyebut dialog tersebut sebagai momentum penting untuk mengakhiri ketegangan berkepanjangan.

“Ini adalah peluang bersejarah untuk memberi masa depan yang lebih baik bagi Lebanon dan memastikan Israel hidup tanpa rasa takut,” ujarnya dilansir dari Al Monitor.

Delegasi kedua negara dipimpin oleh Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh.

Turut hadir sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk perwakilan di PBB dan Kedutaan Besar AS di Lebanon.

Israel serang Lebanon (Antara)

Pemerintah AS berharap pembicaraan ini bisa melampaui kesepakatan gencatan senjata 2024 dan membuka jalan bagi perdamaian komprehensif.

Selain itu, Washington juga menyinggung potensi bantuan rekonstruksi dan peluang investasi bagi kedua negara.

Namun, di tengah perundingan, situasi di lapangan tetap memanas.

Baca Juga: Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Kelompok Hizbullah mengklaim telah menembakkan roket ke wilayah Israel utara, sementara militer Israel terus melancarkan serangan udara di Lebanon selatan.

Konflik ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari 1,2 juta warga Lebanon mengungsi sejak pecah pada awal Maret.

Eskalasi ini menambah urgensi bagi kedua pihak untuk mencapai kesepakatan damai.

Israel menegaskan prioritas utama dalam negosiasi adalah perlucutan senjata Hizbullah dan normalisasi hubungan dengan Lebanon.

Sementara itu, Lebanon mendorong gencatan senjata permanen serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayahnya.

Meski tidak ada jabat tangan dalam sesi awal, kedua pihak menyebut pembicaraan berlangsung konstruktif.

Load More