-
Iran memberlakukan aturan khusus di Selat Hormuz untuk merespons blokade militer Amerika Serikat.
-
Perundingan damai di Pakistan gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.
-
Angkatan Laut Amerika Serikat mulai mencegat kapal tanker minyak yang keluar dari Iran.
Langkah drastis Amerika Serikat ini mencakup instruksi kepada Angkatan Laut untuk memburu kapal yang masih membayar retribusi pelayaran kepada Teheran.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM bergerak cepat mengeksekusi instruksi blokade maritim yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.
Dalam kurun waktu kurang dari 36 jam, militer AS mengklaim telah berhasil melumpuhkan aktivitas perdagangan maritim yang terafiliasi dengan Iran.
Laksamana Brad Cooper melaporkan bahwa pengawasan ketat dilakukan di sepanjang jalur masuk Teluk Persia serta wilayah Teluk Oman.
Meskipun demikian, pihak Amerika Serikat menyatakan tetap membuka ruang bagi navigasi internasional yang tidak memiliki kaitan dengan pelabuhan Iran.
"Kami tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran," ujar Laksamana Cooper.
Pencegatan Kapal di Jalur Internasional
Sejak blokade resmi diberlakukan pada hari Senin, belum ada satu pun kapal dagang yang dilaporkan berhasil menembus barikade militer.
CENTCOM mencatat setidaknya enam kapal komersial telah dipaksa memutar balik kembali ke arah dermaga Iran setelah dihadang di laut.
Baca Juga: Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa sedikitnya delapan kapal tanker minyak telah dicegat oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Operasi penyisiran ini dilakukan secara intensif di titik-titik sempit pelayaran guna memastikan tidak ada komoditas Iran yang keluar.
Tekanan militer di laut ini merupakan konsekuensi langsung dari pecahnya perang terbuka yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Eskalasi di Selat Hormuz bermula dari pecahnya perang besar pada 28 Februari yang melibatkan kekuatan regional dan kepentingan Washington.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur paling krusial di dunia karena menjadi pintu keluar bagi sebagian besar pasokan minyak mentah dunia.
Amerika Serikat menggunakan kekuatan armada lautnya untuk menekan ekonomi Iran setelah negosiasi gencatan senjata permanen gagal total dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan
-
Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS
-
Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!
-
Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
-
Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan