-
Iran memastikan cadangan rudal dan drone memadai untuk memenangkan peperangan jangka panjang.
-
Sinergi sektor swasta dan kementerian memperkuat ketahanan operasional ofensif militer Iran.
-
Seluruh keahlian teknis pertahanan kini dikerahkan untuk mendukung penuh kekuatan angkatan bersenjata.
Suara.com - Kesiapan tempur Republik Islam Iran kini berada pada titik tertinggi melalui integrasi logistik yang menjamin ketahanan perang dalam durasi panjang.
Kementerian Pertahanan Iran memastikan seluruh kebutuhan teknis dan persenjataan telah tersedia secara komprehensif untuk melumpuhkan lawan.
Dikutip dari Irani, peningkatan kapasitas ini tidak hanya berfokus pada kuantitas fisik, tetapi juga pada kecerdasan taktis yang terus berevolusi secara dinamis.
Strategi pertahanan ini menunjukkan transisi Iran dari sekadar reaktif menjadi kekuatan yang memiliki kemandirian logistik yang absolut.
Sinergi antara otoritas militer dan inovasi teknologi domestik menjadi pilar utama dalam menghadapi tantangan keamanan regional yang semakin kompleks.
Cadangan persenjataan strategis seperti rudal dan pesawat tanpa awak atau drone telah disiapkan dengan volume yang sangat masif.
Brigadir Jenderal Reza Talaei Nik menegaskan bahwa kemampuan angkatan bersenjata saat ini sedang berada dalam tren peningkatan yang signifikan.
“Kemampuan angkatan bersenjata sedang meningkat. Melampaui kekuatan tempur dan pemanfaatan taktik serta teknik yang berkembang, dukungan logistik Kementerian Pertahanan tetap aktif dan selaras dengan persyaratan peningkatan kekuatan pertahanan,” ujar juru bicara tersebut.
Kesiapan ini diklaim mampu mendukung operasional militer baik dalam posisi menyerang maupun bertahan secara efektif di masa mendatang.
Baca Juga: AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz
Penguatan ini melibatkan kolaborasi erat antara sektor swasta, perusahaan berbasis pengetahuan, dan seluruh elemen angkatan bersenjata nasional.
Sinergi Industri Teknologi Militer
Pemanfaatan sektor privat dalam rantai pasok militer menandai babak baru dalam kemandirian industri pertahanan yang dikelola oleh Teheran.
Cadangan logistik ini dipastikan telah terkumpul dan terdistribusi dengan baik sebelum terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.
Juru bicara tersebut kembali menjelaskan mengenai kedalaman strategis dari ketersediaan stok persenjataan yang dimiliki oleh pemerintah Iran saat ini.
“Cadangan strategis Angkatan Bersenjata, dalam hal kapasitas rudal dan drone, serta persenjataan dan peralatan lainnya, telah dipasok secara memadai sebelum konflik melalui kolaborasi sektor swasta, perusahaan berbasis pengetahuan, Angkatan Bersenjata, dan Kementerian Pertahanan. Hal ini memastikan kemampuan untuk operasi ofensif dan defensif yang berkelanjutan dan efektif untuk mengalahkan musuh di masa depan,” kata juru bicara itu lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan
-
Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS