-
Sebanyak 399 tentara Amerika Serikat terluka sejak dimulainya serangan militer gabungan terhadap Iran.
-
Amerika Serikat berhasil menutup total jalur perdagangan laut menuju pelabuhan Iran dalam 36 jam.
-
Kegagalan negosiasi di Pakistan memicu berlakunya blokade maritim ketat di Selat Hormuz.
Suara.com - Perang antara Amerika Serikat dan Iran kini memicu peningkatan signifikan jumlah korban di pihak militer.
Tercatat ratusan personel angkatan bersenjata Amerika Serikat mengalami cedera dalam rangkaian serangan yang terjadi sejak Februari lalu.
Dikutip dari Xinhua, kondisi ini merupakan imbas langsung dari operasi militer gabungan yang diluncurkan bersama sekutu di kawasan Timur Tengah.
Blokade total yang diterapkan kini telah melumpuhkan akses perdagangan laut dari dan menuju pelabuhan utama Iran.
Langkah drastis tersebut diambil setelah upaya mediasi diplomatik yang berlangsung di Pakistan menemui jalan buntu total.
Pihak Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi rincian jumlah personel yang terdampak dalam peperangan ini.
Seorang Juru Bicara CENTCOM menyatakan terdapat 399 tentara yang terluka hingga pertengahan April tahun 2026 ini.
Mayoritas prajurit yang mengalami luka ringan sudah diperbolehkan untuk kembali menjalankan tugas di garis depan.
Namun masih terdapat beberapa personel militer yang harus mendapatkan perawatan intensif akibat mengalami luka sangat serius.
Baca Juga: Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS
Hingga saat ini jumlah anggota militer Amerika Serikat yang dinyatakan gugur dalam tugas mencapai 13 orang.
Data Gugurnya Prajurit Di Wilayah Konflik
Kematian para prajurit tersebut terjadi di lokasi yang berbeda termasuk akibat serangan langsung dari pihak lawan.
Enam personel tewas di medan tempur sementara enam lainnya gugur saat berada di pangkalan wilayah Kuwait.
Satu orang prajurit tambahan dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya setelah terluka di wilayah kedaulatan Arab Saudi.
"Dari total 399 tentara yang terluka hingga saat ini, sebanyak tiga personel militer di antaranya mengalami luka serius," ujar Tim Hawkins.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
ADVAN Hadirkan ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T di AGRES.ID Karnaval Gadget Yogyakarta
-
Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan
-
Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina
-
Gagal Panen Meluas! BI Ungkap Ancaman Nyata El Nino ke Ekonomi Sulsel
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen