News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov. (Reuters)
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi Beijing pada Selasa, 14 April, merespons pemblokiran Selat Hormuz oleh Amerika Serikat.
  • Kebijakan blokade Amerika Serikat mengganggu pasokan energi global serta menekan ekonomi Iran dan mitra dagang utamanya, China.
  • Rusia menawarkan jalur diplomasi guna mencegah konflik bersenjata, sementara Amerika Serikat mengancam akan memberikan tarif tambahan terhadap China.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tiba di Beijing pada Selasa (14/4) waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan global akibat langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz.

China menjadi salah satu pihak paling terdampak akibat ditutupnya selat Hormuz, mengingat sekitar sepertiga impor minyaknya melewati jalur tersebut.

Pemerintah Beijing pun mengecam kebijakan Washington yang dinilai mengganggu stabilitas perdagangan energi global.

“Selat Hormuz adalah jalur penting perdagangan internasional. Menjaga keamanan dan kelancarannya adalah kepentingan bersama komunitas global,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dilansir dari Aljazeera.

Langkah AS memblokade selat Hormuz, disebut sebagai upaya menekan Iran dengan memutus arus logistik dan ekonomi dari serta ke pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

Washington berharap tekanan ini akan memicu mitra dagang utama Iran, termasuk China, untuk mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]

Di tengah eskalasi, Lavrov juga menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Rusia menegaskan komitmennya untuk mencegah konflik bersenjata kembali pecah di Timur Tengah.

“Krisis ini tidak memiliki solusi militer. Rusia siap membantu penyelesaian melalui jalur diplomasi,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Baca Juga: Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan mengenakan tarif tambahan terhadap China jika terbukti membantu Iran secara militer.

China langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai laporan yang palsu.

Beijing menegaskan siap mengambil langkah balasan jika Washington tetap melanjutkan tekanan ekonomi.

Sementara itu, Donald Trump melontarkan kritik tajam kepada negara-negara sekutu AS seperti Italia yang tak mau membantu soal selat Hormuz.

Donald Trump secara terbuka mempertanyakan keberanian PM Italia, Giorgia Meloni soal Iran dan selat Hormuz.

“Saya terkejut padanya. Saya pikir dia punya keberanian, tapi saya salah,” ujarnya kepada media Italia.

Load More