- Netzah Yehuda merupakan batalyon infanteri ultra-ortodoks Israel yang beroperasi di wilayah Tepi Barat dengan standar religius ketat.
- Unit ini sering terlibat insiden kekerasan terhadap warga Palestina, memicu sanksi internasional dan penyelidikan hak asasi manusia.
- Batalyon tersebut sempat dihentikan operasionalnya setelah terlibat bentrok dengan jurnalis CNN di Tepi Barat pada Maret 2026.
Suara.com - Sebuah foto yang diunggah akun X @OurOwnNation memperlihatkan sejumlah tentara Israel yang selalu membawa gulungan besar Torah atau Taurat saat bertempur.
Diketahui unit tentara Israel itu berasal dari satuan bernama Netzah Yehuda. Satuan ini disebut-sebut unit militer Israel yang paling religius.
Namun ada cerita kekejaman dan kontroersial mengenai unit Netzah Yehuda ini.
Bahkan pada Maret 2026, pasukan cadangan dari unit ini terlibat bentrok dengan jurnalis CNN di Tepi Barat, yang berujung pada penghentian sementara aktivitas operasional mereka.
Lantas seperti apa sejarah unit Netzah Yehuda dan rekam jejak kontroversialnya? Berikut ulasannya.
Netzah Yehuda merupakan batalyon infanteri (pasukan darat) yang tergabung dalam Brigade Kfir milik militer Israel (IDF).
Sebelumnya, unit ini dikenal sebagai Nahal Haredi, karena awalnya berada di bawah Brigade Nahal.
Nama Netzah Yehuda sendiri merupakan akronim dari Nahal Haredi Tzva’i (Pemuda Militer Ultra-Ortodoks), sekaligus diambil dari nama pendirinya, Yehuda Duvdevani.
Sejak awal berdiri, unit ini berisikan orang-orang Yahudi dengan pemikiran ultra-Ortodoks. Pada 1961, sempat dibentuk organisasi semi militer untuk para pemuda ultra-Ortodoks namun dibubarkan.
Baca Juga: Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
Baru pada 1999, IDF mendirikan unit militer Netzah Yehuda namun masih dalam bentuk kompi dan berada di naungan batalyon lain.
Lalu pada 2002, unit ini menjadi batalyon independen.
Kemudian bergabung dengan Brigade Kfir dan berganti nama menjadi Netzah Yehuda
Unit militer Israel satu ini mendapat 'perlakuan khusus' dalam urusan keagamaan.
Unit ini diawasi oleh otoritas militer dan tokoh agama untuk menjaga standar religius.
Ada karakteristik khusus pada unit satu ini. Anggota Netzah Yehuda semuanya laki-laki dan ada pemisahan dengan anggota militer perempuan Israel.
Berita Terkait
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap