- Netzah Yehuda merupakan batalyon infanteri ultra-ortodoks Israel yang beroperasi di wilayah Tepi Barat dengan standar religius ketat.
- Unit ini sering terlibat insiden kekerasan terhadap warga Palestina, memicu sanksi internasional dan penyelidikan hak asasi manusia.
- Batalyon tersebut sempat dihentikan operasionalnya setelah terlibat bentrok dengan jurnalis CNN di Tepi Barat pada Maret 2026.
Selain itu, unit ini memiliki waktu khusus untuk ibadah dan belajar agama.
Bahkan dalam urusan makanan, unit satu ini berbeda dengan anggota militer Israel lainnya.
Anggota Netzah Yehuda mendapatkan makanan dengan standar kosher, yakni pola diet khusus orang Yahudi.
Netzah Yehuda aktif dalam berbagai operasi keamanan, terutama di wilayah Tepi Barat. Mereka terlibat dalam, penangkapan warga sipil Palestina, , pencegahan serangan dan operasi militer rutin.
Insiden dan Kontroversi
Selama bertahun-tahun, batalyon ini beberapa kali terlibat dalam insiden kekejaman.
Pada 2019: beberapa prajurit dihukum karena kekerasan terhadap warga Palestina
Lalu pada 2022: seorang pria Palestina lanjut usia meninggal setelah ditahan oleh prajurit.
Masih di tahun yang sama, video kekerasan terhadap warga sipil memicu reaksi keras dari dunia internasional dan berujung pada sanksi kepada sejumlah prajurit.
Baca Juga: Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
Bahkan pada 2024, Amerika Serikat sempat mempertimbangkan sanksi terhadap unit ini terkait isu HAM.
Untuk kasus terbaru bentrok dengan jurnalis CNN, hukuman yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agung Israel digugat balik oleh mereka.
Gugatan ini muncul sekitar dua pekan setelah insiden dengan kru media internasional CNN, yang berujung pada sanksi kolektif terhadap seluruh batalyon.
Dilansir dari Channel 14, para prajurit menilai kebijakan tersebut tidak proporsional dan merugikan ratusan anggota yang tidak terlibat langsung.
Para penggugat juga mengancam dampak serius terhadap keamanan dan moral pasukan.
Penarikan batalyon berpengalaman dari operasi aktif di wilayah Tepi Barat menurut mereka dapat melemahkan stabilitas keamanan serta memicu ketegangan antara prajurit cadangan dan komando militer.
Berita Terkait
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Zulhas Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027 Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
-
Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil