News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 11:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyoroti kelangkaan Minyakita di pasar akibat pergeseran konsumsi masyarakat ke arah produk bersubsidi tersebut.
  • Produk Minyakita yang semula ditujukan untuk pasar tradisional kini banyak dijual di ritel modern sehingga memicu ketidakseimbangan pasokan.
  • Pemerintah akan memperketat distribusi Minyakita khusus ke pasar tradisional guna menjamin ketersediaan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, buka suara terkait laporan kelangkaan produk Minyakita yang terjadi di sejumlah pasar. Hal ini disinyalir karena adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat secara luas.

Disampaikan Zulkifli pada awalnya Minyakita dihadirkan sebagai solusi pengemasan dari minyak goreng curah yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat di pasar-pasar tradisional. Namun, dalam perkembangannya, produk ini justru diminati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.

"Minyakita itu kan, itu tadinya minyak yang ada di pasar, namanya minyak curah. Zaman saya Mendag, kita minyak curah itu kita kasih packaging, namanya Minyakita. Minyak itu sebetulnya untuk di pasar tradisional," kata Zulkifli saat ditemui di SMA Negeri 1 Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (16/4/2026).

Ia menyoroti bahwa saat ini Minyakita tidak lagi hanya ditemukan di pasar rakyat, melainkan sudah masuk ke gerai-gerai ritel modern. Hal inilah yang kemudian memicu ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di lapangan.

Menurutnya, ketersediaan stok akan selalu terasa kurang apabila konsumen yang biasanya membeli merek premium beralih ke Minyakita. Padahal, ritel modern seharusnya menyediakan berbagai pilihan merek minyak goreng kelas premium bagi pelanggan.

"Tapi sekarang semua orang belinya Minyakita, termasuk di supermarket-supermarket. Harusnya kalau ritel modern itu kan banyak merek yang yang premium," ujarnya.

"Yang ini minyak curah yang ada di pasar, tapi sekarang semua orang beli itu, ya tentu kurang kalau semua membeli Minyakita," lanjutnya.

Zulkifli membandingkan harga antara Minyakita dengan minyak goreng kemasan premium yang beredar di pasaran. Ia menilai selisih harga di antara keduanya tidak terlalu jauh.

Oleh sebab itu masyarakat disebut memiliki alternatif lain jika memang Minyakita sulit ditemukan di pasaran.

Baca Juga: Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

"Tapi kan ada (minyak) premium, ya ada merek-merek lain, bedanya kan enggak banyak juga. Kalau Minyakita Rp16.000, itu 17 (ribu) biasanya gitu," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Zulkifli memastikan bahwa stok minyak goreng secara nasional sebenarnya masih mencukupi. Hanya saja, distribusi khusus untuk merek Minyakita akan kembali diperketat sasarannya untuk mengantisipasi kelangkaan.

Pemerintah berencana untuk lebih memfokuskan pendistribusian Minyakita ke pasar-pasar tradisional demi menjamin ketersediaan bagi masyarakat menengah ke bawah.

"Minyak cukup, minyak goreng cukup, tapi belum tentu Minyakita, ya. Kalau Minyakita adanya difokuskan ke pasar tradisional," pungkasnya.

Load More