-
Iran menggunakan satelit China untuk memata-matai dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat.
-
Dokumen bocor menunjukkan IRGC mengakses stasiun bumi di Beijing untuk data intelijen serangan.
-
Pemerintah China membantah keras laporan tersebut dan menyebutnya sebagai rumor dengan motif jahat.
Fasilitas militer di dekat markas Armada Kelima AS di Bahrain turut menjadi sasaran kamera canggih dari satelit komersial tersebut.
Kerja sama ini melibatkan akses langsung IRGC terhadap stasiun bumi komersial yang dikelola oleh Emposat yang bermarkas di Beijing.
Emposat merupakan penyedia layanan data dan kontrol satelit yang memiliki jaringan luas hingga ke wilayah Amerika Latin dan Asia.
Melalui infrastruktur inilah, data mentah dari luar angkasa diterjemahkan menjadi informasi intelijen yang siap digunakan oleh unit tempur Iran.
Keterlibatan pihak swasta China ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi otoritas pertahanan Amerika Serikat terkait keamanan data global.
Washington kini mulai menyoroti potensi sanksi lebih lanjut terhadap perusahaan teknologi yang membantu memperkuat kapasitas militer Teheran secara ilegal.
Bantahan Diplomatik Pihak China
Kementerian Luar Negeri China memberikan respon tegas terhadap pemberitaan ini dengan menyebutnya sebagai informasi yang tidak memiliki dasar kebenaran.
“Baru-baru ini, beberapa kekuatan sangat antusias dalam mengarang rumor dan secara jahat mengaitkannya dengan China,” ungkap kementerian tersebut dalam pernyataan kepada Reuters.
Baca Juga: Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
Pemerintah China merasa menjadi korban dari kampanye hitam yang bertujuan untuk merusak citra diplomatik mereka di kancah internasional.
“China dengan tegas menentang praktik semacam ini yang didorong oleh motif tersembunyi,” lanjut pernyataan resmi dari pihak Beijing tersebut.
Kedutaan Besar China di Washington juga menyerang balik dengan menyebut laporan tersebut sebagai bentuk disinformasi spekulatif yang sangat menyesatkan.
Hingga saat ini, lembaga intelijen pusat seperti CIA dan Pentagon masih belum memberikan tanggapan resmi mengenai kebocoran dokumen militer tersebut.
Meskipun demikian, Gedung Putih merujuk pada peringatan keras yang pernah disampaikan oleh Donald Trump mengenai dampak bagi Beijing.
Donald Trump sempat memperingatkan bahwa China akan menghadapi “masalah besar” apabila terbukti menyediakan sistem pertahanan udara atau bantuan militer bagi Iran.
Ketegangan ini diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika terhadap China dalam urusan teknologi luar angkasa dan ekspor data.
Situasi ini menunjukkan betapa teknologi komersial kini telah berubah menjadi senjata mematikan dalam perang asimetris modern di wilayah konflik.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah lama memanas, terutama terkait keberadaan pangkalan militer AS yang mengepung wilayah Iran.
Iran secara konsisten berusaha meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh mereka untuk menyeimbangkan kekuatan militer dengan negara-negara sekutu Barat.
Penggunaan satelit komersial untuk tujuan militer merupakan fenomena baru yang membuat perbatasan antara teknologi sipil dan perang menjadi semakin kabur.
Kebocoran dokumen ini menjadi bukti kuat adanya kerja sama bawah tanah yang lebih dalam antara Teheran dan Beijing di sektor teknologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend