- Pengemudi ojol bernama Donatus Darso dikeroyok sekelompok orang dari AWSTAR di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Senin (13/4/2026).
- Insiden kekerasan tersebut menyebabkan korban mengalami trauma fisik dan psikis sehingga tidak dapat bekerja selama dua hari.
- Polres Manggarai Barat sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta menuntut proses hukum agar tuntas dan tegas.
Suara.com - Insiden penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Labuan Bajo kembali menyoroti pentingnya penguatan sistem keamanan dan tata kelola transportasi di kawasan destinasi super prioritas tersebut.
Seorang driver ojol, Donatus Darso, mengaku mengalami trauma setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar Bandara Internasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Terduga pelaku merupakan anggota AWSTAR (Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat) yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo.
Akibat kejadian itu, Donatus memilih tidak bekerja selama dua hari terakhir.
“Trauma. Sudah dua hari tidak kerja,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat. Donatus berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa yang dialaminya.
“Proses hukum dan diusut sampai tuntas,” tegasnya.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang memastikan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan pendalaman.
Fokus penyelidikan diarahkan pada identifikasi pelaku serta pengungkapan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Baca Juga: Istri Dipecat karena Diadukan Kerja Tak Beres, Suami Aniaya Karyawan Indomaret
“Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” jelasnya.
Ia menyebut jumlah pelaku sekitar 7 hingga 9 orang yang mengeroyok dirinya pada Senin (13/4).
Dalam kejadian itu, Donatus mengalami pemukulan dan tendangan hingga terjatuh di jalan raya. Ia juga sempat dicekik hingga lehernya memerah.
“Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat,” ungkapnya.
“Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi,” lanjutnya.
Peristiwa bermula saat Donatus menerima pesanan untuk menjemput wisatawan perempuan asal Eropa di Bandara Komodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah