-
USS Spruance berhasil mencegat kapal kargo Iran yang mencoba melarikan diri melewati Selat Hormuz.
-
Blokade melibatkan 10.000 tentara dan belasan kapal perang pasca gagalnya perundingan nuklir di Pakistan.
-
Iran menolak menyerahkan uranium sehingga Amerika Serikat menutup total akses pelabuhan lewat jalur laut.
Kapal serbu amfibi kelas Amerika, USS Tripoli, juga telah diposisikan di Laut Arab guna memberikan dukungan tempur tambahan.
Setiap kapal yang terbukti melakukan perjalanan dari atau menuju pelabuhan di Iran akan langsung menjadi target operasi blokade.
Meski demikian, pihak CENTCOM menjelaskan bahwa kapal internasional yang tidak singgah di pelabuhan Iran tetap diperbolehkan melintas secara normal.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengisolasi ekonomi Iran tanpa sepenuhnya melumpuhkan jalur perdagangan global di perairan internasional yang vital.
Ketegangan di laut ini merupakan proyeksi dari kekecewaan Washington terhadap sikap keras kepala Teheran mengenai ambisi nuklir mereka.
“Pembicaraan tidak menghasilkan hasil yang diharapkan setelah Iran menolak mengizinkan pemindahan uranium yang diperkaya dari negara itu dan berkomitmen untuk mengakhiri program nuklir mereka, ungkap Wakil Presiden JD Vance.
Pemicu Diplomatik dan Gagalnya Perundingan
Pertemuan di Islamabad pada 11 dan 12 April lalu menjadi titik balik memburuknya hubungan bilateral antara kedua negara tersebut.
Delegasi Amerika Serikat saat itu dipimpin langsung oleh JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff serta sosok Jared Kushner.
Baca Juga: Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini
Penolakan Iran untuk menyerahkan cadangan uranium mereka menjadi tembok penghalang utama yang meruntuhkan harapan terciptanya perdamaian jangka panjang.
Situasi ini cukup ironis mengingat kedua belah pihak sebenarnya masih berada dalam masa gencatan senjata selama dua pekan.
Kesepakatan gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April tersebut kini tampak rapuh akibat aksi militer yang meningkat di perairan.
Blokade maritim yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini merupakan tindak lanjut dari sengketa nuklir Iran yang tidak kunjung menemukan titik temu secara diplomatik.
Selat Hormuz, sebagai jalur logistik minyak mentah dunia, menjadi titik pusat konflik karena signifikansi strategisnya bagi ekonomi global.
Langkah militer ini diambil setelah upaya perundingan di Islamabad gagal memaksa Iran menghentikan pengayaan uranium mereka, sehingga AS memilih jalur tekanan fisik melalui penutupan akses laut secara total.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando