News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 15:14 WIB
Ketangguhan blokade maritim Amerika Serikat teruji saat kapal perusak USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran pada Selasa. (AI Gemini)
Baca 10 detik
  • USS Spruance berhasil mencegat kapal kargo Iran yang mencoba melarikan diri melewati Selat Hormuz.

  • Blokade melibatkan 10.000 tentara dan belasan kapal perang pasca gagalnya perundingan nuklir di Pakistan.

  • Iran menolak menyerahkan uranium sehingga Amerika Serikat menutup total akses pelabuhan lewat jalur laut.

Kapal serbu amfibi kelas Amerika, USS Tripoli, juga telah diposisikan di Laut Arab guna memberikan dukungan tempur tambahan.

Setiap kapal yang terbukti melakukan perjalanan dari atau menuju pelabuhan di Iran akan langsung menjadi target operasi blokade.

Meski demikian, pihak CENTCOM menjelaskan bahwa kapal internasional yang tidak singgah di pelabuhan Iran tetap diperbolehkan melintas secara normal.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengisolasi ekonomi Iran tanpa sepenuhnya melumpuhkan jalur perdagangan global di perairan internasional yang vital.

Ketegangan di laut ini merupakan proyeksi dari kekecewaan Washington terhadap sikap keras kepala Teheran mengenai ambisi nuklir mereka.

“Pembicaraan tidak menghasilkan hasil yang diharapkan setelah Iran menolak mengizinkan pemindahan uranium yang diperkaya dari negara itu dan berkomitmen untuk mengakhiri program nuklir mereka, ungkap Wakil Presiden JD Vance.

Pemicu Diplomatik dan Gagalnya Perundingan

Pertemuan di Islamabad pada 11 dan 12 April lalu menjadi titik balik memburuknya hubungan bilateral antara kedua negara tersebut.

Delegasi Amerika Serikat saat itu dipimpin langsung oleh JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff serta sosok Jared Kushner.

Baca Juga: Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini

Penolakan Iran untuk menyerahkan cadangan uranium mereka menjadi tembok penghalang utama yang meruntuhkan harapan terciptanya perdamaian jangka panjang.

Situasi ini cukup ironis mengingat kedua belah pihak sebenarnya masih berada dalam masa gencatan senjata selama dua pekan.

Kesepakatan gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April tersebut kini tampak rapuh akibat aksi militer yang meningkat di perairan.

Blokade maritim yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini merupakan tindak lanjut dari sengketa nuklir Iran yang tidak kunjung menemukan titik temu secara diplomatik.

Selat Hormuz, sebagai jalur logistik minyak mentah dunia, menjadi titik pusat konflik karena signifikansi strategisnya bagi ekonomi global.

Langkah militer ini diambil setelah upaya perundingan di Islamabad gagal memaksa Iran menghentikan pengayaan uranium mereka, sehingga AS memilih jalur tekanan fisik melalui penutupan akses laut secara total.

Load More