-
USS Spruance berhasil mencegat kapal kargo Iran yang mencoba melarikan diri melewati Selat Hormuz.
-
Blokade melibatkan 10.000 tentara dan belasan kapal perang pasca gagalnya perundingan nuklir di Pakistan.
-
Iran menolak menyerahkan uranium sehingga Amerika Serikat menutup total akses pelabuhan lewat jalur laut.
Suara.com - Ketangguhan blokade maritim Amerika Serikat teruji saat kapal perusak USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran pada Selasa.
Aksi pencegatan ini merupakan respons tegas militer terhadap upaya kapal tersebut melarikan diri dari pengawasan ketat di wilayah perairan.
Dikutip dari Military Times, sejauh ini, otoritas militer mengonfirmasi bahwa pertahanan laut mereka belum mampu ditembus oleh satu pun kapal logistik lawan.
Penyegelan jalur laut ini menjadi babak baru perseteruan setelah dialog damai di Pakistan menemui jalan buntu tanpa hasil.
Amerika Serikat kini menerapkan kontrol penuh terhadap setiap pergerakan komoditas yang keluar dan masuk dari seluruh pelabuhan Iran.
USS Spruance yang merupakan kapal perusak kelas Arleigh Burke memaksa kapal kargo tersebut kembali menuju wilayah daratan Iran.
Kapal tersebut sebelumnya terdeteksi melarikan diri dari Bandar Abbas dan mencoba menyelinap melewati celah di Selat Hormuz.
Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa kapal tersebut terus dipantau saat bergerak menyisir garis pantai sebelum akhirnya dihentikan.
Operasi ini membuktikan bahwa koordinasi intelijen laut Amerika Serikat bekerja sangat presisi dalam mendeteksi upaya sabotase blokade.
Baca Juga: Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini
“Sepuluh kapal kini telah diputarbalikkan dan nol kapal berhasil lolos sejak dimulainya blokade AS pada Senin," bunyi pernyataan resmi komando tersebut melalui platform X.
Pengerahan Kekuatan Militer Skala Besar
Kekuatan tempur yang dikerahkan tidak main-main karena melibatkan sekitar 10.000 personel tentara yang bersiaga penuh di lapangan.
Selain personel, lini pertahanan ini diperkuat oleh belasan kapal perang serta lebih dari 100 pesawat tempur dan pengintai.
Presiden Donald Trump mengambil keputusan drastis untuk menutup Selat Hormuz melalui pengumuman di media sosial pribadinya secara terbuka.
Langkah ekstrem ini diambil sebagai konsekuensi langsung bagi Iran setelah pembicaraan diplomatik di tingkat tinggi berakhir dengan kegagalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando