- Studi WRI Indonesia dan LAPI ITB mengungkapkan bahwa kendaraan berat menyumbang 35,6 persen emisi karbon transportasi darat nasional.
- Uji coba truk listrik oleh PT Sinarniaga Sejahtera berhasil menekan konsumsi bahan bakar 46 persen serta emisi 56 persen.
- Transformasi logistik dilakukan melalui elektrifikasi armada, digitalisasi rantai pasok, serta kolaborasi strategis dengan dunia perguruan tinggi Indonesia.
Suara.com - Transisi menuju distribusi yang lebih ramah lingkungan mulai menjadi fokus di sektor logistik. Di tengah tekanan untuk menekan emisi, penggunaan kendaraan listrik electric vehicle dinilai sebagai salah satu langkah konkret dalam mengurangi jejak karbon industri.
Studi yang dilakukan WRI Indonesia bersama LAPI ITB menunjukkan ketimpangan yang mencolok.
Meski kendaraan berat hanya sekitar 3,9 persen dari total populasi kendaraan di Indonesia, sektor ini menyumbang sekitar 35,6 persen emisi karbon dari transportasi darat.
Temuan tersebut menegaskan bahwa kendaraan diesel tidak hanya berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca, tetapi juga menghasilkan polusi udara yang berdampak pada kesehatan, terutama peningkatan risiko penyakit pernapasan. Karena itu, elektrifikasi truk dan bus menjadi prioritas, baik dari sisi pengurangan emisi maupun peluang efisiensi biaya operasional.
Dalam praktiknya, uji coba truk listrik yang dilakukan PT Sinarniaga Sejahtera (SNS) menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.
Pada rute distribusi yang sama, armada EV mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 46 persen serta menurunkan emisi karbon sekitar 56 persen dibandingkan kendaraan konvensional.
Capaian ini memperlihatkan bahwa peralihan ke kendaraan listrik tidak hanya relevan dari sisi lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional. Meski masih dalam tahap uji coba, langkah ini menjadi bagian dari transisi bertahap menuju sistem distribusi yang lebih berkelanjutan.
Transformasi tersebut juga diperkuat oleh digitalisasi rantai pasok. Pemanfaatan platform seperti Sales Assistant Mobile (SAM) dan BarangKulakan membantu mengoptimalkan distribusi, termasuk menekan perjalanan yang tidak efisien.
Direktur Garudafood dan Managing Director SNS, Ruli Tobing, menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi bisnis, tetapi juga inklusivitas dalam ekosistem distribusi.
Baca Juga: Di Balik Ambisi Transisi Energi, Mengapa Indonesia Belum Bisa Lepas dari PLTU?
“Digitalisasi bukan sekadar efisiensi operasional, tapi ini adalah cara SNS memastikan bahwa setiap mitra usaha, dari skala besar hingga warung kecil, mendapatkan akses yang setara terhadap layanan dan produk kapan pun mereka membutuhkan,” ujarnya.
Upaya ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia akademik, salah satunya lewat program “Sahabat Inspirasiku Garudafood” yang menjangkau berbagai perguruan tinggi. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan sumber daya manusia.
Kombinasi elektrifikasi armada, digitalisasi logistik, dan penguatan kolaborasi lintas sektor menandai arah baru industri distribusi, di mana efisiensi bisnis berjalan beriringan dengan upaya menekan dampak lingkungan serta menyiapkan talenta masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto
-
Bupati Mimika Johannes Rettop Raih KWP Award 2026, Kepala Daerah Paling Inovatif
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?