News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali. (Dok. Suara.com)
Baca 10 detik
  • Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan partainya tidak terlibat dalam laporan GAMKI terhadap Jusuf Kalla.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Ali di Solo pada Kamis (16/4/2026) untuk menegaskan sikap independensi partai tersebut.
  • Ahmad Ali menawarkan diri menjadi penengah untuk memediasi polemik antara Sahat Martin Philip Sinurat dan Jusuf Kalla.

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan laporan yang dilayangkan Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).

Hal itu ditegaskan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali kepada awak media saat kunjungannya ke Solo, usai rangkaian kegiatan di Yogyakarta.

“Saya tegaskan, jangan kaitkan laporan Sahat dengan PSI. Itu bukan sikap partai. Sahat melapor dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum GAMKI, sebuah organisasi yang independen dan sudah lama berdiri bahkan sebelum PSI ada,” kata Ahmad Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Ahmad Ali menjelaskan sejak awal, PSI telah menginstruksikan seluruh kader untuk tidak terlibat dalam polemik terkait pernyataan JK.

“PSI sudah jelas dari awal: kita tidak masuk ke dalam polemik ini. Kita menghormati semua pihak, termasuk Pak JK sebagai tokoh bangsa,” ujar Ahmad Ali.

Menurutnya, menjaga ketenangan publik dan etika komunikasi politik jauh lebih penting dibanding memperkeruh situasi.

Ahmad Ali sekaligus menekankan kedekatan personal dengan kedua pihak tidak boleh dipelintir menjadi sikap politik tertentu.

“Sahat itu adik saya, Pak JK itu kakak saya. Tapi itu hubungan personal. Tidak bisa serta-merta disimpulkan bahwa apa yang disampaikan Sahat adalah sikap saya atau PSI,” kata Ahmad Ali.

Ahmad Ali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang memberi ruang bagi organisasi dan individu untuk bersikap.

Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

Ahmad Ali mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan JK terkait laporan tersebut.

“Beberapa waktu lalu Pak JK sudah menelepon saya. Saya melihat ini perlu diselesaikan dengan kepala dingin. Saya siap menjadi penengah untuk mediasi dalam waktu dekat agar ada jalan keluar yang baik untuk semua pihak,” ungkap Ahmad Ali.

Ahmad Ali berharap polemik ini tidak melebar menjadi konflik yang merusak harmoni antar kelompok masyarakat.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan.

“Jangan semua hal dipolitisasi. Kita jaga ruang publik tetap sehat, saling menghormati, dan tidak saling menyerang,” tandasnya.

Load More