News / Internasional
Jum'at, 17 April 2026 | 14:24 WIB
Warga Gaza (istimewa)
Baca 10 detik
  • Serangan Israel menewaskan empat warga Gaza termasuk seorang anak saat masa gencatan senjata.

  • Militer Israel mengklaim serangan dilakukan karena warga dianggap melanggar batas aman garis kuning.

  • Total 765 warga tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025 akibat pelanggaran militer berulang.

Suara.com - Kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya membawa kedamaian justru kembali ternoda oleh aksi militer Israel yang mematikan.

Empat warga Palestina termasuk seorang bocah dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan terpisah di Jalur Gaza pada Kamis.

Dikutip dari Anadolu, insiden berdarah ini menambah panjang daftar pelanggaran komitmen damai yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu.

Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)

Padahal warga sangat berharap stabilitas keamanan dapat segera pulih sepenuhnya setelah konflik yang berkepanjangan selama bertahun-tahun.

Kejadian terbaru ini menunjukkan betapa rapuhnya garis keamanan yang ditetapkan di wilayah kantong yang terkepung tersebut.

Dua bersaudara menjadi korban langsung dari serangan pesawat tak berawak milik militer Israel di wilayah utara Gaza.

Jenazah Abdelmalek dan Abdel Sattar al-Attar segera dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa pasca ledakan terjadi.

Saksi mata di lapangan menegaskan bahwa lokasi ledakan berada di luar zona kontrol militer Israel yang disepakati.

Pihak militer Israel berdalih bahwa mereka melihat pergerakan mencurigakan yang mendekati pasukan di lapangan secara agresif.

"Pasukan mengidentifikasi dua warga Palestina yang melintasi apa yang disebut 'garis kuning' dan mendekati pasukan dengan cara yang menimbulkan 'ancaman langsung'," klaim tentara Israel.

Penembakan Membuta Di Permukiman Padat

Kekerasan tidak berhenti di utara karena peluru tajam juga menyasar lingkungan Zeitoun di sisi timur Kota Gaza.

Saleh Badawi yang baru berusia sembilan tahun harus kehilangan nyawanya akibat tembakan brutal aparat keamanan Israel.

Selain korban jiwa terdapat beberapa warga sipil lainnya yang mengalami luka-luka serius dalam insiden yang sama tersebut.

Kematian anak kecil ini memicu kemarahan publik atas ketidakmampuan mekanisme pengawasan gencatan senjata dalam melindungi warga.

Load More