- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial pada Jumat, 17 April 2026.
- Pembukaan jalur maritim tersebut memicu penguatan bursa saham global serta penurunan harga minyak mentah secara signifikan.
- Presiden Donald Trump menegaskan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku hingga kesepakatan damai tercapai.
Dikutip via NBC, konflik yang meletus sejak akhir Februari 2026 ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar di berbagai wilayah:
Iran: Lebih dari 3.300 orang tewas akibat serangan udara AS dan Israel.
Lebanon: Lebih dari 2.100 orang kehilangan nyawa.
Israel: 23 orang dilaporkan tewas.
Negara Teluk: 32 korban jiwa tercatat di negara-negara Arab Teluk.
Amerika Serikat: 13 personel militer tewas dalam tugas, ditambah dua kematian akibat penyebab non-tempur.
Upaya Diplomasi Internasional
Gencatan senjata di Lebanon merupakan hasil dari diplomasi intensif yang melibatkan duta besar Israel dan Lebanon di Washington, serta koordinasi langsung antara Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Ini menandai pembicaraan diplomatik langsung pertama antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.
Di sisi lain, Panglima Angkatan Darat Pakistan turut berperan aktif dalam memediasi perpanjangan gencatan senjata melalui pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran.
Baca Juga: Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
Para mediator kini berfokus pada tiga isu utama guna mencapai stabilitas permanen: program nuklir Teheran, jaminan keamanan permanen di Selat Hormuz, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Presiden AS Trump mengindikasikan kemungkinan perpanjangan gencatan senjata jika kedua belah pihak menunjukkan kemajuan signifikan menuju kesepakatan final.
"Jika kita sudah dekat dengan kesepakatan, apakah saya akan memperpanjangnya? Ya, saya akan melakukannya," pungkas Trump.
Peringatan: Situasi di Selat Hormuz dan perbatasan Lebanon-Israel tetap dinamis. Pelaku industri maritim dan energi diimbau untuk tetap mengikuti protokol keamanan ketat selama masa transisi ini.
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD
-
Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri