News / Internasional
Sabtu, 18 April 2026 | 10:52 WIB
Ilustrasi hizbullah (X/@p_alqsa)
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump melarang Israel melanjutkan serangan militer di Lebanon pada Jumat, 17 April 2026.
  • Hizbullah mengancam Presiden Joseph Aoun agar tidak menemui Benjamin Netanyahu demi menjaga legitimasi kedaulatan negara Lebanon.
  • PM Israel Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata sementara atas permintaan Amerika Serikat untuk membuka ruang dialog.

Namun, perdebatan masih terjadi terkait bentuk hubungan masa depan dengan Israel. Kekhawatiran juga muncul terkait potensi normalisasi yang bisa memicu konflik internal.

Sementra itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons cepat pernyataan Trump.

Netanyahu menegaskan Israel tetap berkomitmen pada gencatan senjata sementara atas permintaan Washington.

“Atas permintaan Presiden Trump, kami menyetujui gencatan senjata sementara untuk memberi ruang pada solusi diplomatik dan militer bersama pemerintah Lebanon,” kata Netanyahu dilansir dari Channel 14.

Netanyahu juga mengklaim Israel telah menghilangkan ancaman besar dari Hizbullah.

Load More