- Seorang pria berusia 58 tahun menembaki warga secara acak di distrik Holosiivskyi, Kiev, pada Sabtu (18/4/2026).
- Aksi penembakan brutal tersebut mengakibatkan enam orang tewas dan melukai empat belas warga lainnya di lokasi kejadian.
- Pelaku tewas ditembak mati oleh aparat kepolisian setelah upaya negosiasi penyanderaan di sebuah supermarket dinyatakan gagal total.
Suara.com - Sedikitnya enam orang tewas dalam aksi penembakan brutal yang terjadi di ibu kota Ukraina, Kiev, Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.
Pelaku, pria berusia 58 tahun kelahiran Moskow, menembaki warga secara acak sebelum menyandera sejumlah orang di dalam sebuah supermarket.
Pelaku kemudian ditembak mati oleh aparat setelah negosiasi gagal.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan terjadi di distrik Holosiivskyi dan melukai sedikitnya 14 orang, termasuk seorang anak berusia 12 tahun.
Zelensky mengungkapkan sebagian korban tewas di lokasi, sementara lainnya meninggal di rumah sakit.
“Dia menyandera orang dan, sayangnya, satu di antaranya tewas. Empat orang meninggal di jalan, dan satu perempuan meninggal di rumah sakit,” ujar Zelensky dilansir dari Metro.uk.
Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko menyatakan pelaku dilumpuhkan dalam operasi penangkapan oleh unit khusus.
Sebelumnya, pelaku sempat menembak seorang polisi saat upaya penahanan berlangsung.
“Pasukan khusus menyerbu lokasi setelah upaya negosiasi gagal. Pelaku akhirnya dilumpuhkan di tempat,” kata Klymenko.
Baca Juga: Game Metro 2039 Rilis 2026: Tampilkan Konsekuensi Kerusakan Nuklir dan Perang Rusia
Saksi mata menyebut pelaku berjalan di jalanan sambil menembaki warga dari jarak dekat tanpa peringatan.
Pelaku kemudian masuk ke supermarket dan melanjutkan aksinya hingga aparat melakukan penyergapan.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menambahkan korban keenam adalah seorang perempuan muda yang meninggal akibat luka serius di rumah sakit.
Hingga kini, motif pelaku masih diselidiki dan belum dipastikan apakah berkaitan dengan konflik yang tengah berlangsung antara Ukraina dan Rusia.
Berita Terkait
-
Game Metro 2039 Rilis 2026: Tampilkan Konsekuensi Kerusakan Nuklir dan Perang Rusia
-
Impor Minyak Rusia Mulai Jalan, Pakar Ingatkan Risiko Ketahanan Energi RI
-
Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini
-
Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?
-
Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas