News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 07:02 WIB
Identitas pelaku penembakan massal yang menewaskan delapan anak di Shreveport, Louisiana, akhirnya terungkap. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Shamar Elkins, seorang veteran Angkatan Darat, menewaskan delapan anak di Shreveport, Louisiana, pada Minggu pagi, 19 April 2026.
  • Pelaku melarikan diri ke Bossier City setelah menembak delapan anak dan dua perempuan sebelum akhirnya ditembak mati polisi.
  • Kepolisian Negara Bagian Louisiana kini menyelidiki motif pelaku yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental serta catatan kekerasan hukum.

Suara.com - Identitas pelaku penembakan massal yang menewaskan delapan anak di Shreveport, Louisiana, akhirnya terungkap.

Pelaku diketahui bernama Shamar Elkins (31), seorang veteran Angkatan Darat AS.

Aksi brutal itu terjadi pada Minggu pagi (19/4/2026) di tiga lokasi berbeda.

Polisi menyebut penembakan berlangsung cepat dan menyisakan kepanikan luas di lingkungan sekitar.

Korban tewas berusia antara 1 hingga 14 tahun. Dilansir dari NY Post, 7 dari 8 korban berstatus sebagai anak kandung tersangka.

Selain menewaskan delapan anak, Elkins juga menembak dua perempuan di bagian kepala.

Salah satu korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Pelaku kemudian melarikan diri sebelum akhirnya dikejar aparat hingga ke wilayah Bossier City. Polisi menembak mati Elkins untuk menghentikan aksinya.

Fakta mengejutkan terungkap dari aktivitas media sosial pelaku.

Baca Juga: Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

Beberapa jam sebelum penembakan, Elkins sempat mengunggah foto bersama salah satu anaknya dengan keterangan santai.

Dua pekan sebelumnya, pelaku juga membagikan foto bersama tujuh anaknya saat menghadiri ibadah Paskah.

Namun, jejak digital lain menunjukkan indikasi gangguan emosional.

Identitas pelaku penembakan massal yang menewaskan delapan anak di Shreveport, Louisiana, akhirnya terungkap. [@nmasunivision]

Dalam unggahan berbeda, Elkins sempat menuliskan doa agar mampu mengendalikan pikiran, kemarahan, dan depresi.

Catatan hukum juga memperlihatkan riwayat kekerasan.

Pada 2019, pelaku pernah ditangkap karena penggunaan senjata ilegal setelah melepaskan tembakan di dekat sekolah.

Load More