News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 10:12 WIB
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot. (Dok. Pemerintah Prancis)
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengecam kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Paus Leo XIV pada Minggu.
  • Trump mengkritik Paus karena menentang kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran serta mengklaim posisi Paus bergantung pada dirinya.
  • Paus Leo XIV menolak terlibat polemik terbuka dengan Trump namun tetap berkomitmen menyuarakan perdamaian dan menentang segala bentuk perang.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada Minggu (19/4/2026) menyatakan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Pope Leo XIV tidak dapat diterima.

"Saya tidak paham [pernyataan-pernyataan ini] dan tidak menganggapnya dapat diterima, karena misi Paus adalah menyerukan perdamaian dan persaudaraan di mana pun dan di segala situasi," kata Barrot saat wawancara dengan Radio J.

Paus sebelumnya beberapa kali mengkritik kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran, dengan menilai bahwa ancaman terhadap rakyat Iran tidak bisa dibenarkan.

Menanggapi hal tersebut, Trump melontarkan kritik keras kepada Paus dan menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan sosok Paus yang menentang kebijakannya.

Paus Leo XIV dan Presiden Trump (kolase via suara.com)

Trump juga mengklaim bahwa Paus Leo tidak akan berada di Vatikan jika dirinya tidak menjabat di Gedung Putih.

Menanggapi situasi tersebut, Paus Leo menyatakan tidak akan terlibat dalam polemik terbuka dengan presiden AS, namun tetap akan bersuara lantang dalam menentang perang.

(Antara)

Load More