News / Nasional
Senin, 20 April 2026 | 12:48 WIB
Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. (Suara.com/ M. Yasir)
Baca 10 detik
  • Ketua DPC Partai Golkar Maluku Utara, Nus Kei, tewas ditikam di area bandara Maluku Tenggara pada Senin (20/4/2026).
  • Polisi menangkap dua pelaku berinisial HR dan FU yang melakukan penikaman karena motif dendam pribadi kepada korban.
  • Pelaku menuduh Nus Kei sebagai otak pembunuhan saudara mereka di Bekasi pada tahun 2020 silam di Kalimalang.

Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Utara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas ditikam.

Kedua pelaku yang berinisial HR (28) dan FU (36) telah ditangkap oleh polisi. Keduanya disebut mengenal korban.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasudi mengatakan, kedua pelaku melakukan penikaman karena ingin membalas dendam.

“Untuk motif berdasarkan hasil pemeriksaan adalah balas dendam,” kata Rositah, saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).

Rositah menambahkan, kedua pelaku dendam terhadap korban lantaran Nus Kei disebut sebagai otak pembunuhan terhadap saudara kedua pelaku, yakni Fenansius Wadanubun alias Dani Holat.

Saat itu Dani menjadi korban pembunuhan di samping apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi pada 2020 silam.

“Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak dibalik pembunuhan saudara kedua pelaku, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta samping apartemen Metro Galaxi Kalimalang Bekasi,” ujarnya.

Diketahui, tragedi ini bermula ketika Nus Kei baru saja mendarat di Maluku Tenggara setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta.

Sekitar pukul 11.25 WIT, saat hendak melangkah keluar dari area bandara, korban disergap oleh pelaku.

Baca Juga: Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam

Load More