- Serangan rudal dan drone Iran sejak akhir Februari menyebabkan kerusakan lebih dari 1.000 hunian di kota Tel Aviv, Israel.
- Konflik selama 40 hari menimbulkan beban ekonomi besar mencapai 17,5 miliar dolar AS bagi pihak pemerintah negara Israel.
- Sebanyak 30.000 warga Israel mengajukan klaim kompensasi atas kerusakan properti serta kendaraan akibat dampak serangan yang terjadi secara berulang.
Suara.com - Dampak perang antara Iran dan aliansi AS-Israel mulai terasa nyata di dalam negeri Tel Aviv.
Lebih dari 1.000 hunian di Tel Aviv dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi layak ditempati akibat serangan rudal dan drone dari Iran.
Informasi ini disampaikan oleh Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai yang dikutip oleh media lokal Channel 12.
Ia menjelaskan bahwa ribuan apartemen di kota tersebut terdampak langsung oleh rentetan serangan yang terjadi sejak konflik pecah pada akhir Februari.
Selama perang berlangsung, Iran meluncurkan serangan balasan secara berulang ke sejumlah kota besar di Israel. Selain Tel Aviv, wilayah seperti Ramat Gan dan Bnei Brak juga ikut terdampak.
Beberapa bangunan rusak akibat hantaman rudal maupun serpihan dari sistem pertahanan udara yang berusaha mencegat serangan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan tempat tinggal, tetapi juga kendaraan serta infrastruktur umum.
Meski demikian, otoritas Israel disebut tidak sepenuhnya membuka data korban jiwa dan luka kepada publik.
Laporan yang sama juga mengungkap besarnya beban ekonomi akibat konflik. Biaya perang selama sekitar 40 hari melawan Iran dan Lebanon diperkirakan mencapai 17,5 miliar dolar AS atau setara ratusan triliun rupiah.
Baca Juga: Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim
Angka ini belum termasuk biaya pemulihan dan kerugian akibat terganggunya aktivitas ekonomi.
Dampak langsung juga terlihat dari lonjakan klaim kompensasi. Sekitar 30.000 warga Israel telah mengajukan permohonan ganti rugi atas kerusakan properti mereka, mencakup bangunan, kendaraan, hingga peralatan.
Kementerian Keuangan Israel memperkirakan biaya kompensasi dari periode perang hingga awal April saja sudah mencapai miliaran shekel.
Sementara itu, meski gencatan senjata sementara telah diberlakukan, upaya mencapai perdamaian permanen masih belum menunjukkan hasil.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa belum ada kepastian mengenai partisipasi dalam perundingan.
Sementara itu, kantor berita resmi IRNA menyebut Teheran menolak melanjutkan dialog karena tuntutan dari AS dianggap berlebihan dan tidak konsisten.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!
-
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
-
Kapal Perang Ada di Selat Malaka, TNI Buka Suara
-
Ribuan Perempuan Iran Turun ke Jalan, Sumpah Setia ke Mojtaba Khamenei Menggema
-
Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!
-
Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Kebakaran, 75 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api
-
Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset
-
Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
-
Sidang Korupsi Chromebook: Bos Google Scott Beaumont Bantah Ada Kesepakatan dengan Nadiem Makarim
-
Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?
-
Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis
-
RUU PPRT Resmi Dibahas, DPR dan Pemerintah Kebut Payung Hukum untuk 4 Juta PRT