-
Gempa 7,5 magnitudo di pesisir Iwate memicu peringatan tsunami setinggi tiga meter.
-
Pemerintah Jepang menginstruksikan evakuasi massal penduduk ke tempat yang lebih tinggi segera.
-
Fasilitas nuklir di Fukushima dilaporkan tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.
Meski demikian, pemantauan di pelabuhan mulai menunjukkan adanya kenaikan permukaan air laut yang terpantau lewat kamera pengawas.
Dalam tayangan itu, pelabuhan Kuji telah mencatat kedatangan gelombang tsunami awal dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter di dermaga mereka.
Sementara itu, wilayah Pelabuhan Miyako juga melaporkan adanya kenaikan air setinggi 40 sentimeter tak lama setelah gempa.
Video amatir menunjukkan kapal-kapal di pelabuhan mulai bergoyang akibat dorongan gelombang kecil yang menjadi pembuka tsunami.
Kenaikan air laut juga terdeteksi di Pelabuhan Hachinohe dan Kota Erimo meskipun dalam skala yang lebih rendah.
Instansi terkait memperingatkan bahwa gelombang yang lebih besar kemungkinan masih akan menghantam pesisir dalam waktu dekat.
Respons Cepat Pemerintah dan Mitigasi Bencana
Perdana Menteri Sanae Takaichi langsung memberikan pernyataan resmi terkait kondisi darurat yang tengah dihadapi oleh negaranya tersebut.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan warga terhadap instruksi evakuasi guna menjamin keselamatan nyawa setiap individu di pesisir.
Baca Juga: Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis
“Saat ini, kami masih memastikan kerusakan material dan dampak terhadap penduduk, tetapi kami akan segera menerima laporan terperinci dan melanjutkan upaya respons bencana,” ujar Takaichi dengan nada bicara yang tampak terengah-engah di depan media.
Angkatan Laut Jepang juga telah menerbangkan helikopter SH-60K untuk melakukan pemindaian kerusakan di sepanjang garis pantai Sanriku.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan jalur komunikasi dan bantuan logistik tetap terjaga di tengah kepanikan massal.
Sektor transportasi publik mengalami lumpuh total sementara waktu akibat pemutusan aliran listrik dan pengecekan jalur rel.
Layanan kereta cepat Shinkansen rute Tohoku dan Akita terpaksa dihentikan guna menghindari kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur rel.
Kabar baiknya, otoritas energi memastikan bahwa tidak ada kejanggalan pada fasilitas nuklir Fukushima maupun Onagawa pasca getaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Eks Kadis LH DKI Jadi Tersangka Longsor Maut Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
Proyek Giant Sea Wall Dimulai dari Pantura, Pemerintah Siapkan Pembangunan Bertahap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Klaim Keluarganya Terima Intimidasi dari Istri Noel
-
Saksi dari Eks Bos Google Buka Suara di Sidang Nadiem: Investasi GoTo Tak Terkait Kemendikbudristek
-
Bocor! Trump Teriak-teriak selama 2 Jam hingga Diusir dari Ruangan saat 2 Pilot Jatuh di Iran
-
Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!