News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 16:51 WIB
Lokasi Tsunami Jepang (AFP)
Baca 10 detik
  • Gempa 7,5 magnitudo di pesisir Iwate memicu peringatan tsunami setinggi tiga meter.

  • Pemerintah Jepang menginstruksikan evakuasi massal penduduk ke tempat yang lebih tinggi segera.

  • Fasilitas nuklir di Fukushima dilaporkan tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Meski demikian, pemantauan di pelabuhan mulai menunjukkan adanya kenaikan permukaan air laut yang terpantau lewat kamera pengawas.

Dalam tayangan itu, pelabuhan Kuji telah mencatat kedatangan gelombang tsunami awal dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter di dermaga mereka.

Sementara itu, wilayah Pelabuhan Miyako juga melaporkan adanya kenaikan air setinggi 40 sentimeter tak lama setelah gempa.

Video amatir menunjukkan kapal-kapal di pelabuhan mulai bergoyang akibat dorongan gelombang kecil yang menjadi pembuka tsunami.

Kenaikan air laut juga terdeteksi di Pelabuhan Hachinohe dan Kota Erimo meskipun dalam skala yang lebih rendah.

Instansi terkait memperingatkan bahwa gelombang yang lebih besar kemungkinan masih akan menghantam pesisir dalam waktu dekat.

Respons Cepat Pemerintah dan Mitigasi Bencana

Perdana Menteri Sanae Takaichi langsung memberikan pernyataan resmi terkait kondisi darurat yang tengah dihadapi oleh negaranya tersebut.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan warga terhadap instruksi evakuasi guna menjamin keselamatan nyawa setiap individu di pesisir.

Baca Juga: Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis

“Saat ini, kami masih memastikan kerusakan material dan dampak terhadap penduduk, tetapi kami akan segera menerima laporan terperinci dan melanjutkan upaya respons bencana,” ujar Takaichi dengan nada bicara yang tampak terengah-engah di depan media.

Angkatan Laut Jepang juga telah menerbangkan helikopter SH-60K untuk melakukan pemindaian kerusakan di sepanjang garis pantai Sanriku.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan jalur komunikasi dan bantuan logistik tetap terjaga di tengah kepanikan massal.

Sektor transportasi publik mengalami lumpuh total sementara waktu akibat pemutusan aliran listrik dan pengecekan jalur rel.

Layanan kereta cepat Shinkansen rute Tohoku dan Akita terpaksa dihentikan guna menghindari kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur rel.

Kabar baiknya, otoritas energi memastikan bahwa tidak ada kejanggalan pada fasilitas nuklir Fukushima maupun Onagawa pasca getaran.

Load More