- Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang lepas pantai timur laut Jepang pada Senin, 20 April, memicu peringatan dini tsunami.
- Pemerintah memerintahkan evakuasi warga ke lokasi aman serta menghentikan sementara operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen demi keselamatan.
- Otoritas melaporkan belum ada korban jiwa maupun kerusakan serius, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi tsunami.
Suara.com - Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang di lepas pantai timur laut Jepang pada Senin (20/4) waktu setempat.
Otoritas setempat langsung mengeluarkan peringatan tsunami dan meminta warga menjauhi wilayah pesisir.
Dilansir dari FNN, gelombang tsunami diperkirakan mencapai Kota Hakodate, Hokkaido, Jepang pada pukul 18:00 waktu setempat atau 16:00 WIB.
Namun dari laporan terbaru media Jepang tersebut, belum terlihat perubahan signifikan pada tinggi gelombang di wilayah pelabuhan.
Pantauan dari kawasan dataran tinggi di Motomachi Park menunjukkan banyak warga telah mengungsi.
Sejumlah kendaraan terlihat memadati area tersebut, sementara sebagian warga memilih berjalan kaki menuju lokasi aman.
Warga tampak cemas dan terus memantau kondisi laut dari kejauhan.
Meski situasi relatif terkendali, peringatan tsunami masih diberlakukan oleh otoritas setempat.
Pemerintah Kota Hakodate menyatakan belum ada laporan korban luka maupun insiden serius.
Baca Juga: BMKG Pastikan Tsunami Jepang Tidak Sampai Indonesia
“Sejauh ini tidak ada informasi mengenai korban luka dan situasi tetap terkendali,” demikian pernyataan resmi pemkot Hakodate.
Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak kembali ke wilayah pesisir. Otoritas menegaskan potensi perubahan kondisi masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Setidaknya 25 pemerintah daerah, terutama di kawasan Tohoku, telah mengeluarkan instruksi evakuasi bagi warga.
Masyarakat diminta segera menjauh dari garis pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi.
Dampak gempa juga mengganggu transportasi. Layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen antara Tokyo dan Shin-Aomori dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan pemerintah tengah memeriksa dampak gempa terhadap korban jiwa dan kerusakan bangunan.
“Kami terus mengonfirmasi kondisi di lapangan,” ujarnya kepada awak media.
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami guncangan kuat dengan intensitas hingga level “upper 5” pada skala Jepang.
Hingga kini, otoritas masih memantau potensi tsunami lanjutan dan gempa susulan.
Berita Terkait
-
BMKG Pastikan Tsunami Jepang Tidak Sampai Indonesia
-
Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR
-
PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur