News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 17:41 WIB
ILUSTRASI Tsunami (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,5 di Sanriku memicu tsunami setinggi 3 meter di wilayah Jepang utara.

  • Air laut telah mencapai pelabuhan di Iwate dan Aomori dengan ketinggian yang terus meningkat.

  • Layanan kereta cepat Shinkansen dan kereta lokal dihentikan total demi keamanan seluruh penumpang.

Kota Urakawa di Hokkaido serta Ishinomaki Ayukawa di Miyagi juga mengonfirmasi kehadiran tsunami kecil dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

Dampak bencana ini secara otomatis menghentikan detak jantung transportasi massal Jepang di wilayah utara demi alasan keamanan penumpang.

Operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen yang menghubungkan Tokyo hingga Shin-Aomori terpaksa dihentikan total untuk pengecekan jalur rel.

Layanan Yamagata Shinkansen turut mengalami pembekuan jadwal perjalanan akibat risiko kerusakan infrastruktur yang mungkin terjadi pasca guncangan hebat.

Koneksi Akita Shinkansen yang melayani rute antara Stasiun Akita dan Morioka juga tidak dapat dioperasikan hingga situasi dinyatakan aman.

Langkah ini diambil guna mencegah kecelakaan fatal mengingat jalur kereta Shinkansen sangat sensitif terhadap pergeseran struktur tanah akibat gempa bumi.

Penghentian Total Layanan Kereta Lokal

Gangguan transportasi tidak hanya menimpa jalur utama, tetapi juga merambat ke seluruh layanan kereta api lokal di Prefektur Iwate.

Seluruh rute JR lokal di wilayah tersebut melaporkan penghentian operasional sebagai tindakan preventif terhadap potensi kerusakan rel kereta api.

Baca Juga: Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR

Beberapa titik di jalur lokal Hokkaido juga mengalami nasib serupa dengan penghentian perjalanan yang dilakukan oleh operator kereta.

Penumpukan penumpang terjadi di beberapa stasiun besar karena belum ada kepastian mengenai kapan jadwal perjalanan akan kembali normal.

Otoritas perkeretaapian masih melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi fisik jembatan dan terowongan di sepanjang rute terdampak gempa dan tsunami.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada risiko seismik tinggi di wilayah Sanriku yang memang memiliki sejarah panjang terkait bencana tsunami besar.

Jepang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif yang menjadikannya salah satu negara paling rawan gempa bumi dan tsunami di dunia.

Sistem peringatan dini Jepang yang canggih segera bekerja sesaat setelah sensor mendeteksi adanya aktivitas seismik yang berpotensi memindahkan massa air.

Load More