- PT KAI menyosialisasikan pentingnya ruang aman bagi penumpang dari kekerasan seksual di Stasiun Pasar Senen pada 21 April 2026.
- KAI menerapkan sanksi daftar hitam bagi pelaku pelecehan serta menyediakan pendampingan hukum dan pemulihan trauma bagi para korban.
- Investasi teknologi CCTV dan pengaturan kursi khusus perempuan dilakukan KAI untuk meningkatkan keamanan seluruh penumpang.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang aman bagi seluruh penumpang dari tindak kekerasan seksual.
Dalam diskusi sosialisasi bertajuk "Saatnya Kartini Masa Kini Berani Bersuara Melawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual" yang digelar di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4/2026), KAI menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat agar berhenti menyalahkan atribut korban.
VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap stigma yang sering menyudutkan korban kekerasan seksual, terutama terkait cara berpakaian atau waktu perjalanan.
Menurutnya, keamanan adalah hak mutlak setiap individu.
"Yang pertama saya atas nama pribadi juga tidak setuju kalau kita hanya berbicara objek Seksi korban, seksi pakaian. Kalau saya pribadi itu harus aman, itu tujuannya," kata Anne, Selasa (21/4/2026).
"Mau pakaiannya itu tertutup dari atas sampai ke bawah atau mungkin ada yang sedikit terbuka, harus aman di kereta api," katanya menambahkan.
Anne menambahkan bahwa data di lapangan menunjukkan kejadian pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja, termasuk laki-laki dan perempuan yang berpakaian sangat tertutup.
Ia mencontohkan kasus viral di KRL di mana korban adalah seorang perempuan berhijab yang duduk berhadapan dengan pelaku, bukan dalam kondisi berdesak-desakan.
"Tapi pada kenyataan yang viral kemarin itu hadap-hadapan. Penumpang yang berhadapan adalah perempuan yang menggunakan hijab mohon maaf tertutup semuanya. Jadi seksi itu apa untuk pelecehan seksual? Yang kita bahas adalah pelakunya jangan objek korbannya," tambahnya.
Baca Juga: Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup
Sanksi Tegas dan Sistem Black List
Sebagai langkah nyata, PT KAI telah membangun sistem untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Anne mengungkapkan bahwa meskipun banyak laporan yang mengungkapkan pelecehan seksual lebih kecil dibandingkan total jutaan suara pelanggan per tahun, KAI tetap mengambil tindakan tanpa toleransi.
"Satu, di komuter siapa pun pelaku pelecehan seksual yg telah dan sudah terdeteksi tidak boleh masuk stasiun dan tidak boleh naik KRL, Karena tujuannya membuat kami pelanggan kami harus aman, perempuan atau laki-laki, sehingga KAI memberanikan diri melakukan black list terhadap siapa pun yang melakukan pelecehan seksual," jelasnya.
Untuk kereta api jarak jauh, KAI menyediakan fitur pilihan kursi yang memungkinkan penumpang perempuan untuk memilih duduk bersebelahan dengan sesama perempuan.
Selain itu, KAI juga menyediakan layanan aduan 24 jam melalui nomor 021-121.
Pendampingan Hukum dan Trauma Healing
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas
-
Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!
-
Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi
-
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
-
Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil
-
Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
-
Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan
-
Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Bukan THR Biasa, KPK Bongkar Suap Bupati Rejang Lebong ke Oknum Aparat
-
KPK Cecar Jaksa dan Polisi Soal Dugaan Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong