- Komisi X DPR RI menggelar rapat tertutup dengan Kemendiktisaintek dan empat perguruan tinggi pada Senin, 20 April 2026.
- Agenda pertemuan tersebut membahas penanganan dan pencegahan kekerasan seksual menyusul kasus dugaan pelecehan verbal di Universitas Indonesia.
- Rapat bertujuan merumuskan langkah strategis dan pengawasan ketat demi menciptakan lingkungan akademik yang aman bagi seluruh mahasiswa.
Suara.com - Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara tertutup bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta pimpinan dari empat perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, Senin (20/4/2026).
Rapat ini secara khusus membahas penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Empat kampus yang dihadirkan dalam rapat di Komplek Parlemen, Senayan tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Isu ini kembali mencuat ke publik setelah adanya kasus yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) dalam dugaan kekerasan seksual secara verbal melalui grup pesan singkat WhatsApp.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat membuka rapat menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para pimpinan universitas tersebut.
"Selain teman-teman Kemendiktiristek RI, kami mengundang para pimpinan dari empat perguruan tinggi. Ini terima kasih kepada UI yang membuat kita pada hari ini bisa silaturahmi halal bihalal," ujar Hetifah.
Dalam rapat ini, hadir langsung Rektor UI Herry Hermansyah, Dekan FH UI Parulian Paidi Aritonang, serta perwakilan dari BEM FH UI. Dari ITB hadir Rektor Irwan Meilano dan Andryanto Rikrik Kusmara.
Sementara itu, Unpad dihadiri oleh Rektor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dan IPB dihadiri Rektor Alim Setiawan Slamet bersama Wakil Rektor Deni Noviana.
Keputusan untuk menggelar rapat secara tertutup diambil agar anggota dewan dan pihak kampus dapat mendalami kasus-kasus yang ada secara lebih mendetail tanpa mengabaikan perlindungan identitas pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO
"Supaya kita bisa lebih rapatnya lebih bisa mengeksplorasi berbagai hal yang mungkin menyangkut nama-nama ataupun... mungkin lebih bagus tertutup ya? Iya baik kita lakukan rapat ini tertutup untuk umum," tegas Hetifah sebelum memulai sesi pendalaman.
Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dan pengawasan yang lebih ketat di lingkungan perguruan tinggi guna memastikan ruang akademik yang aman dari segala bentuk kekerasan seksual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Besok Kaltim Membara! Ini 6 Fakta Polemik Gubernur Kaltim yang Picu Demo Besar 21 April
-
Nus Kei Siapanya John Kei? Ini Silsilah Keluarga dan Riwayat Konfliknya
-
Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo
-
KTP Hilang Bakal Kena Denda? Kemendagri Usul Aturan Baru, 'Sentil' Warga yang Tak Tanggung Jawab
-
Anggaran Cuma Rp2,9 M, BPOM Tak Sanggup Awasi Keamanan Menu MBG
-
Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW
-
Harga BBM Naik, DPR Desak Pemerintah Perbaiki Transportasi Publik Agar Rakyat Tak Tercekik
-
Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!
-
Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari
-
Cegah Aset Sitaan Menyusut, DPR Usul Badan Khusus Biar Aset Koruptor Tak Menguap