- Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor memperingatkan bahwa kekerasan seksual kini sering terjadi secara halus di ruang digital.
- Praktik percakapan bernuansa seksual di lingkungan kampus dikategorikan sebagai kekerasan seksual berbasis daring menurut undang-undang TPKS yang berlaku.
- Masyarakat diminta meningkatkan kepekaan terhadap kekerasan non-ekstrem yang sering dianggap normal agar tidak lagi terabaikan dan tidak dilaporkan.
Suara.com - Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor mengingatkan bahwa bentuk kekerasan seksual saat ini tidak lagi selalu hadir secara kasatmata. Justru, dalam banyak kasus, kekerasan berkembang menjadi lebih halus dan kerap tidak disadari sebagai pelanggaran.
Fenomena ini, kata dia, terlihat dari berbagai kasus yang mencuat belakangan, termasuk praktik percakapan bernuansa seksual di ruang digital seperti grup WhatsApp di lingkungan kampus.
“Kekerasan tidak hanya berubah bentuk, tetapi juga semakin halus, semakin sulit dikenali, dan karena itu semakin mudah dinormalisasi, termasuk juga di antaranya candaan-candaan melalui WA grup di antara adik-adik kita di kampus itu sebagai sesuatu yang normal, tidak perlu dipersoalkan, tidak perlu diperkarakan,” ujar Maria dalam acara Laporan Tahunan Komnas Perempuan 2025 secara virtual, Senin (20/4/2026).
Padahal, menurutnya, praktik tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai hal sepele. Ia menegaskan bahwa dalam UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) telah memberikan batas yang jelas.
“Amanat undang-undang TPKS sangat jelas bahwa apa yang dibincangkan sesungguhnya adalah menjadi salah satu bentuk kekerasan seksual berbasis cyber atau berbasis online,” jelas Maria.
Maria kemudian mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar terkait fenomena ini, yakni soal banyaknya kasus yang tidak pernah terlihat ke permukaan.
“Berapa banyak kekerasan yang sebenarnya terjadi di sekitar kita, tetapi luput dari perhatian. Berapa banyak yang tidak pernah sampai menjadi laporan di Komnas Perempuan, tidak pernah masuk ruang kebijakan, tidak pernah benar-benar ditangani,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan semata soal data atau angka, melainkan tentang sensitivitas masyarakat dalam melihat dan merespons kekerasan.
“Dan mungkin yang paling penting, seberapa jauh kita sebagai bagian dari masyarakat benar-benar peka dan berani melihatnya. Mereka adalah korban, mereka adalah manusia, mereka adalah orang yang punya martabat yang seharusnya mendapatkan perlakuan dihargai dan dihormati hak-haknya,” tuturnya.
Baca Juga: 16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk ekstrem yang mudah dikenali. Justru, banyak kasus terjadi dalam keseharian dan dibiarkan begitu saja.
“Ini bukan untuk menimbulkan rasa takut, tetapi untuk mengajak kita lebih jujur melihat kenyataan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk yang ekstrem dan kasat mata. Ia bisa hadir dalam keseharian, pelan, berulang, dan seringkali dibiarkan. Dan selama ini masih dianggap biasa. Di situlah ia terus menemukan ruang untuk bertahan,” pungkas Maria.
Berita Terkait
-
16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual
-
Oki Setiana Dewi Tahu Syekh Ahmad Al Misry Cuma 'Taubat Sambal', Berbekal Wawancara Korban
-
Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup
-
Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, Publik Tuntut Pelaku di-DO
-
Dilema Cancel Culture: Kenapa Sulit Membenci Publik Figur yang Bersalah?
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Dishub Tertibkan Parkir Liar di Dukuh Atas Usai Picu Kemacetan dan Viral di Medsos
-
Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi
-
Sony Sonjaya Ajukan JC, Siap Ungkap Nama-nama Besar di Balik Korupsi MBG
-
Sikat Sampai Akarnya! KPK Didesak Transparan Bongkar Mafia Imigrasi yang Seret Silmy Karim
-
Tragedi di Lampu Merah Cengkareng, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Kontainer saat Dibonceng Ayah
-
Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun
-
Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor
-
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan
-
Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas
-
Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat