- Jet tempur militer Myanmar menyerang pangkalan kelompok Karen di dekat perbatasan Thailand pada Senin, 21 April 2024.
- Satu bom jatuh ke wilayah Thailand, memicu kepanikan warga hingga otoritas melakukan evakuasi ke tempat aman.
- Sejumlah warga etnis Karen mengalami luka akibat serpihan bom dan kini dirawat di rumah sakit Thailand.
Suara.com - Saat Timur Tengah gencatana senjata, kondisi memanas justru terjadi tak jauh dari negara Indonesia.
Serangan udara militer Myanmar memicu kepanikan di perbatasan Thailand setelah bom dilaporkan jatuh hingga memasuki wilayah negara tersebut.
Otoritas setempat langsung mengevakuasi warga desa di sekitar Mae Hong Son demi menghindari risiko lebih besar.
Insiden terjadi pada Senin (21/4) sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Jet tempur Myanmar jenis Yak-130 dan MiG-29 menggempur fasilitas yang diduga milik Kesatuan Nasional Karen (KNU), termasuk sebuah rumah sakit dan permukiman warga di wilayah negara bagian Karen.
Lokasi serangan berada sekitar 500 meter dari perbatasan Thailand, berseberangan dengan kawasan Mae Sam Laep di distrik Sop Moei.
Dilansir dari laporan media Thailand, sedikitnya sembilan bom dijatuhkan di sekitar desa U Mi Tha dan U Su Tha di wilayah Hpapun.
Satu bom dilaporkan meleset dan jatuh di dekat Sungai Salween, wilayah Ban Mae Sam Laep, Thailand. Peristiwa itu memicu kepanikan warga yang tinggal di kawasan perbatasan.
Petugas dari Resimen Ranger ke-36 bersama otoritas lokal segera mengevakuasi penduduk ke lokasi aman di Desa Huai Kong Kat.
Baca Juga: IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528
Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan serangan susulan.
Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Namun, situasi keamanan di kawasan perbatasan dilaporkan semakin tegang dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan lain menyebutkan sejumlah warga etnis Karen mengalami luka akibat serpihan bom.
Mereka telah dipindahkan ke Thailand untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mae Sam Laep.
Konflik bersenjata di Myanmar memang terus meningkat, terutama di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak.
Serangan lintas batas ini pun meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya dampak konflik ke negara tetangga.
Berita Terkait
-
IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan
-
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar
-
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
-
AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo
-
Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel
-
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas
-
Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti
-
Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami
-
Dasco Bahas Percepatan Investasi dan Tata Kelola Ekspor Bersama Sejumlah Menteri