- IHSG dibuka melemah ke level 7.528 di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 22 April 2026 pagi.
- Pasar saham tertekan oleh sentimen negatif geopolitik global serta pelemahan kinerja indeks utama Wall Street Amerika Serikat.
- IHSG diproyeksikan bergerak variatif dengan dukungan positif dari aksi beli investor asing serta kenaikan harga sejumlah komoditas.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih merah merona pada awal perdaganagan Rabu, 22 April 2026. IHSG dibukan jatuh ke level 7.528.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih terus merosot 0,15 persen ke level 7.548
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,63 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 191.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 312 saham bergerak naik, sedangkan 209 saham mengalami penurunan, dan 438 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, WBSA, BABY, BOBA, LCKM, KONI, CTTH, LAND, DKHH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DEFI, DSSA, RUNS, ARGO, KOBX, SKRN, BREN, LFLO.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik.
Dalam laporan riset, CGS International Sekuritas menyebut pelemahan bursa saham Amerika Serikat serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penekan pasar.
Baca Juga: IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
Kondisi ini terjadi meskipun terdapat perpanjangan gencatan senjata yang sempat meredakan kekhawatiran investor.
Tekanan global tersebut tercermin dari kinerja indeks utama Wall Street seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite yang mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir.
Namun di sisi lain, IHSG berpotensi mendapat dukungan dari faktor domestik. CGS menilai berlanjutnya aksi beli investor asing di pasar reguler serta kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 7.495 hingga 7.430, serta resistance pada kisaran 7.625 sampai 7.690.
Sejumlah saham juga direkomendasikan untuk dicermati oleh investor. CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi beli pada beberapa emiten, yakni GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Cipta Dana Infrastruktur Asia Tbk (CDIA), Petrosea Tbk (PTRO), serta Emas Antam Indonesia (EMAS).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram
-
IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut
-
BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
-
Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar
-
OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing
-
Promo Spesial BRI di Alfamidi, Dapatkan Hadiah Langsung Belanja Akhir Pekan