Bisnis / Keuangan
Rabu, 22 April 2026 | 09:16 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG dibuka melemah ke level 7.528 di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 22 April 2026 pagi.
  • Pasar saham tertekan oleh sentimen negatif geopolitik global serta pelemahan kinerja indeks utama Wall Street Amerika Serikat.
  • IHSG diproyeksikan bergerak variatif dengan dukungan positif dari aksi beli investor asing serta kenaikan harga sejumlah komoditas.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih merah merona pada awal perdaganagan Rabu, 22 April 2026. IHSG dibukan jatuh ke level 7.528.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih terus merosot 0,15 persen ke level 7.548

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,63 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 191.700 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 312 saham bergerak naik, sedangkan 209 saham mengalami penurunan, dan 438 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, WBSA, BABY, BOBA, LCKM, KONI, CTTH, LAND, DKHH.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DEFI, DSSA, RUNS, ARGO, KOBX, SKRN, BREN, LFLO.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik.

Dalam laporan riset, CGS International Sekuritas menyebut pelemahan bursa saham Amerika Serikat serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penekan pasar.

Baca Juga: IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang

Kondisi ini terjadi meskipun terdapat perpanjangan gencatan senjata yang sempat meredakan kekhawatiran investor.

Tekanan global tersebut tercermin dari kinerja indeks utama Wall Street seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite yang mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir.

Namun di sisi lain, IHSG berpotensi mendapat dukungan dari faktor domestik. CGS menilai berlanjutnya aksi beli investor asing di pasar reguler serta kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 7.495 hingga 7.430, serta resistance pada kisaran 7.625 sampai 7.690.

Sejumlah saham juga direkomendasikan untuk dicermati oleh investor. CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi beli pada beberapa emiten, yakni GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Cipta Dana Infrastruktur Asia Tbk (CDIA), Petrosea Tbk (PTRO), serta Emas Antam Indonesia (EMAS).

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More