News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 16:34 WIB
Iran memastikan tetap memberangkatkan jemaah haji meski menghadapi kondisi geopolitik yang tidak stabil. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran tetap memberangkatkan 30 ribu jemaah haji melalui jalur darat menuju Madinah mulai 9 Mei mendatang.
  • Perubahan skema perjalanan darat melalui Irak dilakukan akibat kondisi geopolitik yang tidak stabil dan pemangkasan kuota.
  • Otoritas Iran memberlakukan pembatasan usia maksimal 70 tahun bagi jemaah demi menjaga keselamatan selama menempuh perjalanan darat.

Suara.com - Iran memastikan tetap memberangkatkan jemaah haji meski menghadapi kondisi geopolitik yang tidak stabil akibat perang melawan AS-Israel. 

Mulai pekan depan, gelombang pertama jemaah akan diberangkatkan menuju Madinah melalui jalur darat.

Wakil Menteri Haji dan Ziarah Iran, Akbar Rezaei, mengatakan jemaah akan mulai tiba di Madinah pada 10 Dzulqa’dah.

“Mulai 10 Dzulqa’dah, jemaah kami sudah berada di Madinah,” ujarnya dilansir dari Nournews.ir, Rabu (22/4).

Keputusan menggunakan jalur darat diambil menyusul kondisi perang yang memaksa perubahan skema keberangkatan.

Ilustrasi ibadah haji (Pexels/Fahad Puthawala)

Sebelumnya, otoritas Iran merencanakan pemberangkatan melalui jalur udara dengan kuota mencapai 85 ribu orang.

Namun kini, kuota jemaah dipangkas drastis menjadi sekitar 30 ribu orang.

Perjalanan darat yang memakan waktu sekitar satu hari melalui Irak dan perbatasan Arar membuat jadwal keberangkatan dimajukan menjadi 9 Mei.

Ketua Organisasi Haji Iran, Alireza Rashidian, mengungkapkan hingga kini sebanyak 18.500 jemaah telah mendaftar.

Baca Juga: Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual

Rashidian menambahkan, kapasitas kloter-kloter awal sudah terisi penuh.

“Tahun ini, jemaah Iran akan diberangkatkan dalam 236 rombongan,” kata Rashidian.

Rashidian juga menegaskan bahwa hanya jemaah berusia di bawah 70 tahun yang diperbolehkan berangkat karena pertimbangan perjalanan darat.

Kebijakan pembatasan usia tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

Salah satu pimpinan rombongan haji, Morteza Bigzadeh, menyebut keselamatan menjadi alasan utama pembatasan tersebut.

“Dalam perjalanan darat, menjaga kesehatan jemaah di atas 70 tahun sangat sulit. Lebih baik yang berangkat di bawah usia tersebut agar ibadah berjalan aman dan bermartabat,” ujarnya.

Load More