- dr. Tan Shot Yen meminta program Makan Bergizi Gratis fokus pada edukasi pangan lokal dibandingkan produk olahan pabrik.
- Pemerintah didorong membangun kemandirian gizi dan mematuhi aturan pelarangan promosi susu formula sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28.
- Ibu hamil dan anak disarankan mengonsumsi pangan utuh bergizi tinggi daripada terpaku pada produk susu olahan industri.
Suara.com - Dokter dan ahli gizi, dr. Tan Shot Yen, memberikan peringatan keras agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terjebak dalam ketergantungan pada produk industri.
Ia menegaskan pemenuhan hak anak atas pangan harus berbasis pada edukasi makanan lokal dan pola makan sehat alami, bukan sekadar membagikan produk olahan pabrik.
Dalam diskusi bersama Komnas HAM bertajuk "Pemenuhan Hak Anak, Pangan, Kesehatan, dan Rasa Aman Dalam Tata Kelola MBG", Tan juga mengingatkan bahwa misi Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya membangun kemandirian gizi.
“Dikatakan bahwa salah satu program dari MBG ini adalah pendidikan untuk bisa membuat makanan lokal dan sebagainya," ujar Tan dalam forum tersebut, Rabu (22/4/2026).
Dalam diskusi tersebut, Tan turut menyoroti maraknya pelanggaran dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 secara tegas melarang promosi susu formula guna melindungi hak ibu untuk menyusui.
Ia juga memperingatkan bahwa susu formula memiliki fungsi medis spesifik dan bukan untuk dikonsumsi karena alasan tren atau kenyamanan.
"Susu formula itu harus digunakan sesuai tupoksinya. Tupoksinya bukan karena tidak keluar ASI. Tupoksinya adalah ada indikasi ibu atau bayi, indikasi ibu misalnya, ibu tidak mampu memberikan ASI karena apa? karena masalah penyakit misalnya," tegasnya.
Menurutnya, bagi anak di atas usia satu tahun, asupan protein hewani dari sumber pangan utuh jauh lebih krusial dibandingkan susu olahan.
Baca Juga: Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua
"Anak seharusnya mendapatkan asupan protein dari telur, ayam, ikan, atau daging," jelasnya.
Susu Ibu Hamil Hanya Gimmick
Kritik paling tajam dilontarkan Tan terkait produk susu khusus ibu hamil yang masif dipasarkan di Indonesia.
Ia menyebut produk tersebut sebagai strategi pemasaran industri yang tidak ditemukan di negara-negara dengan standar kesehatan tinggi seperti Jepang atau Swiss.
"Perkara susu ibu hamil, itu memang agak gimmick. Ya, karena apa? Di luar negeri itu kalau memang kamu butuh susu ya minum saja susu pada umumnya, susu literan itu ya kan, yang nggak pakai rasa-rasa gitu lho ya. Nah, kalau butuh suplementasi, ya kita pisahkan dong antara makanan dengan suplementasi," ungkap Tan.
Ia mendorong pemerintah untuk kembali pada panduan resmi “Isi Piringku” yang telah mencakup kebutuhan gizi lengkap bagi ibu hamil dan menyusui melalui bahan makanan alami yang tersedia di pasar tradisional.
“Ikuti saja pola makan yang sehat seimbang, itu aja gitu, nggak usah pakai industri harus cawe-cawe sampai sebegitu nafsunya bikin apa produk-produk baru," pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok
-
BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026