News / Internasional
Kamis, 23 April 2026 | 06:59 WIB
Serangan Israel ke Lebanon (Antara)
Baca 10 detik
  • Serangan udara Israel di desa At-Tiri, Lebanon, pada Kamis (23/4) menewaskan lima orang, termasuk seorang jurnalis bernama Amal Khalil.
  • Militer Israel menargetkan kendaraan dan bangunan, sementara otoritas kesehatan Lebanon menuding pasukan Israel sengaja menyerang lokasi perlindungan para jurnalis.
  • Eskalasi konflik antara Israel dan Hezbollah terus memburuk dan memicu ketegangan diplomatik serta jatuhnya korban jiwa di wilayah tersebut.

Suara.com - Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang jurnalis, Kamis (23/4).

Dilansir dari Aljazeera, Amal Khalil, wartawan yang bekerja untuk media lokal Al Akhbar menjadi salah satu korban tewas dari serangan Israel tersebut.

Insiden terjadi di desa At-Tiri ketika sebuah serangan awal menghantam mobil yang menewaskan dua orang di dalamnya.

Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan dua kendaraan yang disebut keluar dari fasilitas milik kelompok bersenjata Hezbollah.

Beberapa jam kemudian, serangan lanjutan menghantam sebuah bangunan di lokasi yang sama.

Amal Khalil dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan sebelum ditemukan tewas, sementara jurnalis lain, Zeinab Faraj, mengalami luka serius dan harus menjalani operasi.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut pasukan Israel mengikuti para jurnalis hingga ke lokasi perlindungan mereka.

“Israel mengejar jurnalis dengan menargetkan bangunan tempat mereka berlindung,” demikian pernyataan otoritas kesehatan Lebanon.

Israel serang Lebanon (Antara)

Sementara itu, Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos mengecam keras serangan tersebut.

Baca Juga: Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Morcos menegaskan bahwa pemerintah menuntut perlindungan bagi pekerja media dan bertanggung jawab penuh atas keselamatan mereka.

Di sisi lain, militer Israel membantah menargetkan jurnalis dan menyatakan telah berupaya meminimalkan korban sipil.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi antara Israel dan Hezbollah, yang kembali saling serang sejak awal bulan.

Bentrokan terbaru ini memperburuk situasi meski terdapat kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Menurut laporan, lebih dari 2.400 orang telah tewas di Lebanon sejak operasi militer Israel dimulai.

Israel juga masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah perbatasan.

Load More