Suara.com - Pemerintah terus mempercepat transformasi digital dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi agar setiap inisiatif berjalan terintegrasi dan tidak parsial. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikan digitalisasi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini menegaskan, transformasi digital pemerintah tidak hanya sebatas modernisasi sistem, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan efisiensi, menekan kebocoran anggaran, serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Dalam Rapat Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Rini menyampaikan bahwa kerja bersama lintas sektor telah menghasilkan kemajuan signifikan, khususnya pada digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos). Saat ini, komponen identitas digital dan pertukaran data telah berhasil dibangun, dan akan dilanjutkan ke tahap pembayaran digital guna mengoptimalkan penyaluran bantuan.
"Kerja bersama yang kita lakukan ini merupakan kesuksesan penerapan DPI di use case prioritas yaitu perlinsos, yang telah menyelesaikan komponen identitas digital dan pertukaran data, yang akan dilanjutkan ke pembayaran digital untuk penyaluran yang lebih optimal. Selanjutnya, semua layanan digital termasuk perlinsos ke depan dapat diintegrasikan ke dalam Portal Layanan Publik terpadu, sebagai perwujudan kemudahan layanan pemerintah untuk masyarakat,” ujar Rini.
Integrasi ini nantinya akan diwujudkan melalui Portal Layanan Publik Nasional INAku, yang diharapkan menjadi pintu utama akses layanan pemerintah bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat menikmati layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Ketua KPTDP sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan menilai, kolaborasi lintas instansi yang selama ini terjalin sudah menunjukkan hasil positif. Ia menekankan bahwa digitalisasi perlinsos menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat menyelesaikan persoalan mendasar dalam tata kelola bantuan sosial.
Salah satu bukti nyata keberhasilan kolaborasi ini terlihat dari pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut berhasil meningkatkan akurasi data secara signifikan, ditandai dengan penurunan tingkat kesalahan penargetan (exclusion error) pada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari 77,7% menjadi 28,2%.
"Piloting Digitalisasi bansos bermakna jika tahapan pensasaran dan penyaluran bansos berhasil diterapkan. Kemudian perluasan piloting kepada 42 kab/kota lainnya harus memperhatikan kesiapan teknis dan regulasi yang mencakup keseluruhan proses tahapan yaitu pensasaran dan penyaluran," urai Gus Ipul.
Keberhasilan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas implementasi digitalisasi bansos ke 42 kabupaten/kota lainnya. Namun, perluasan tersebut tetap mempertimbangkan kesiapan teknis dan regulasi di masing-masing daerah.
Baca Juga: Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026
Selain kolaborasi antar instansi, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan aspek keamanan data. Peran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi krusial dalam menjaga keamanan informasi masyarakat di tengah meningkatnya integrasi sistem digital.
Di sisi lain, pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI) yang mencakup identitas digital, pertukaran data, dan sistem pembayaran digital terus diperkuat sebagai fondasi utama transformasi. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi pendukung, termasuk Rancangan Peraturan Presiden tentang Pemerintah Digital, yang diharapkan menjadi pendorong percepatan implementasi di berbagai sektor.
Dengan kolaborasi yang semakin solid dan dukungan regulasi yang adaptif, transformasi digital pemerintah diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.***
Berita Terkait
-
TikTok Shop dan Tokopedia Latih UMKM Perempuan, Rahasia Jualan Online Laris di Era Digital
-
Lampu Kristal di Rumah Triplek: Analisis Mahasiswa IT soal Digitalisasi Pemerintah yang Rapuh
-
Menghidupkan Kembali Pasar Tradisional di Tengah Gemerlapnya Belanja Online
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Tak Sekadar Berbagi, Ini Upaya Agar Kegiatan Sosial Punya Dampak Berkelanjutan
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Jangan Cari Kenyamanan Pribadi, Menhaj ke Petugas Haji: Kita Datang untuk Melayani, Bukan Dilayani!
-
Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi
-
Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa
-
Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia
-
Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara
-
Kepala BGN Tegaskan 19.000 Sapi Bukan Kebutuhan Harian MBG: Hanya Simulasi
-
Kapal Kontainer Ditembak Kapal Perang di Dekat Selat Hormuz
-
Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine
-
40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
-
Bendera Israel Berkibar di Masjid Al-Aqsa