-
Donald Trump mengklaim kepemimpinan Iran terpecah, namun para pakar justru melihat konsolidasi kuat.
-
Iran membentuk struktur komando perang kolektif demi menghadapi ancaman eksistensial dari Amerika Serikat.
-
Mohammad Bagher Ghalibaf menjadi tokoh sentral yang memimpin diplomasi Iran dengan sikap terpadu.
Mereka juga menuduh Washington tidak memiliki keseriusan dalam mencari solusi diplomatik yang adil bagi kedua belah pihak.
Republik Islam kini menonjolkan sosok Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai representasi tunggal persatuan nasional mereka di kancah internasional.
Ketua Parlemen sekaligus mantan komandan Garda Revolusi ini memimpin tim negosiasi dengan komposisi pejabat yang sangat beragam.
Mehdi Tabatabai, wakil juru bicara kepresidenan Iran, menegaskan bahwa isu keretakan hanyalah alat propaganda lawan yang sudah usang.
“Pembicaraan tentang perpecahan di antara pejabat senior adalah taktik politik dan propaganda yang melelahkan oleh musuh-musuh Iran,” tulis Tabatabai di media sosial X.
“Persatuan dan konsensus antara medan perang, publik, dan diplomat saat ini telah luar biasa dan patut diperhatikan,” tegasnya lagi.
Perubahan Mekanisme Pengambilan Keputusan Strategis
Kondisi Supreme Leader yang baru, Mojtaba Khamenei, yang dikabarkan cedera atau bersembunyi, mengubah cara kerja sistem birokrasi Iran.
Tanpa instruksi harian yang spesifik, para pejabat tinggi kini memiliki ruang manuver yang lebih luas dalam memutuskan kebijakan.
Baca Juga: Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine
Hamidreza Azizi dari German Institute for International and Security Affairs menyebut sistem lama yang bergantung pada satu individu telah bergeser.
“Sistem ini sekarang beroperasi dengan cara yang berbeda. Di masa lalu kita memiliki institusi… yang seharusnya mendiskusikan masalah strategis dan menyajikan catatan penasihat kepada pemimpin tertinggi untuk dia membuat keputusan akhir,” ujar Azizi.
“Akses ke pemimpin tertinggi tidak bisa teratur sebagaimana mestinya,” katanya sembari menekankan bahwa ini memberikan keleluasaan bagi pejabat lain.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase kritis setelah serangkaian operasi militer yang melumpuhkan struktur kepemimpinan tradisional Teheran.
Di bawah tekanan pemerintahan Donald Trump, Iran dipaksa melakukan reorganisasi kekuasaan secara cepat dari sistem sentralistik di bawah Ayatollah Ali Khamenei menjadi struktur komando perang kolektif.
Ketidakhadiran fisik Mojtaba Khamenei di ruang publik menciptakan dinamika baru di mana para elit politik dan militer harus bersatu demi menghindari kekalahan total sambil menghadapi tekanan dari kelompok garis keras domestik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!