-
Jurnalis Amal Khalil tewas akibat serangan udara Israel saat meliput di desa al-Tiri Lebanon.
-
PM Lebanon menuduh Israel sengaja menargetkan jurnalis sebagai bagian dari kejahatan perang sistematis.
-
Tim evakuasi diduga sempat dihambat oleh tembakan Israel saat mencoba menyelamatkan Amal Khalil.
Israel membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa mereka hanya menyerang pihak yang melanggar ketentuan gencatan senjata.
Pihak militer Israel menyatakan sedang meninjau kembali insiden di al-Tiri yang merenggut nyawa jurnalis profesional tersebut.
Insiden berdarah ini terjadi tepat saat para pejabat tinggi dijadwalkan bertemu di Washington untuk membahas kelanjutan damai.
Ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hezbollah tetap tinggi meskipun kesepakatan penghentian tembakan sudah berjalan sepuluh hari.
Amal Khalil tercatat sebagai jurnalis kesembilan yang menjadi korban jiwa dalam pusaran konflik bersenjata di perbatasan Lebanon.
Kematian ini menjadi bukti nyata betapa tingginya risiko yang dihadapi pekerja pers di tengah zona perang yang tidak stabil.
Ketegangan di perbatasan Lebanon meningkat drastis sejak Maret lalu seiring memanasnya konfrontasi antara militer Israel dan kelompok Hezbollah.
Meskipun gencatan senjata telah diupayakan sejak 16 April, pertukaran tembakan di wilayah selatan Lebanon masih terus terjadi secara sporadis.
Hezbollah yang didukung Iran terus terlibat dalam pertempuran lintas batas yang membuat warga sipil dan awak media berada dalam posisi terancam.
Baca Juga: Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut
-
Menkeu Mau Pajaki Kapal Selat Malaka, TB Hasanuddin: Bisa Picu Konflik dan Boikot Internasional
-
Geger! 2 PRT di Benhil Nekat Terjun dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Sadis?
-
GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan
-
Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998
-
KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris
-
Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif
-
Burhanuddin Muhtadi Sebut Regenerasi Parpol Gridlock: Bukan Lagi Macet, Tapi Buntu Total
-
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
-
Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis