- Pasukan Garda Revolusi Iran menyita dua kapal kargo asing di Selat Hormuz dengan alasan pelanggaran izin navigasi.
- Otoritas maritim Inggris dan operator kapal melaporkan adanya serangan tembakan serta granat saat proses penyitaan kapal berlangsung.
- Gedung Putih mengecam tindakan Iran sebagai perampokan meskipun menilai insiden tersebut tidak melanggar ketentuan gencatan senjata.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran merilis video yang diklaim menunjukkan pasukan Garda Revolusi menyiata dua kapal kargo di Selat Hormuz.
Rekaman tersebut disiarkan media pemerintah Iran hanya beberapa jam setelah perpanjangan gencatan senjata diumumkan.
Dalam video itu, pasukan bersenjata bertopeng dari Garda Revolusi Iran tampak mendekati kapal kontainer bertanda MSC sebelum menaiki lambung kapal menggunakan tangga.
Aksi serupa juga terlihat saat mereka mendekati kapal lain dan memasuki bagian dalamnya.
Iran menyatakan dua kapal tersebut, yang berbendera Panama dan Liberia, ditahan karena diduga beroperasi tanpa izin serta memanipulasi sistem navigasi.
Namun, laporan otoritas maritim Inggris seperti dilansir dari NY Post, menyebut kapal mengalami kerusakan setelah pasukan Iran melepaskan tembakan dan melempar granat dari kapal cepat.
Operator kapal yang berbasis di Yunani mengonfirmasi bahwa salah satu kapalnya telah dinaiki pasukan Iran.
Sementara itu, Panama mengecam tindakan tersebut sebagai aksi ilegal dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap keamanan maritim global.
Di sisi lain, Gedung Putih menilai insiden ini tidak melanggar gencatan senjata.
Baca Juga: Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel
“Ini bukan kapal AS atau Israel, melainkan kapal internasional,” ujar juru bicara Karoline Leavitt.
Karoline Leavitt lebih lanjut menyebut bahwa tindakan yang dilakukan pasukan Garda Revolusi Iran sebagai aksi perampokan.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasukan Amerika Serikat mengambil alih kapal berbendera Iran di kawasan yang sama.
Selain itu, laporan menyebut AS juga mencegat beberapa tanker minyak Iran di perairan Asia.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut blokade AS di Selat Hormuz sebagai hambatan utama bagi negosiasi damai.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan peluang pembicaraan lanjutan masih terbuka, dengan kemungkinan digelar dalam waktu dekat di Islamabad.
Berita Terkait
-
Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel
-
Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
91 Persen Koruptor Laki-laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?
-
Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman
-
Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel
-
Misteri Kematian WNA di Imigrasi Depok, Ditemukan Tewas di Toilet: Ini 7 Faktanya
-
Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!
-
Dukung Usulan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Burhanuddin: Terobosan Buat Reformasi Kepartaian Kita
-
Malaysia soal Selat Malaka: Tak Perlu Campur Tangan Asing, ASEAN Dinilai Mampu Kelola Sendiri
-
Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Peran Negara sebagai Jangkar Perlindungan Pekerja
-
Penuhi Panggilan KPK, Ustaz Khalid Basalamah: Saya Tidak Kenal Pihak yang Terlibat Korupsi Haji
-
Kepergok Hendak Bobol Warung Sembako, Pencuri Dihajar Warga hingga Cium Aspal