Suara.com - Kemacetan dan polusi udara sering dianggap sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari pertumbuhan kota besar. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa salah satu solusi yang mungkin paling efektif justru bukan sekadar membangun transportasi umum atau kawasan transit, melainkan menghadirkan lebih banyak lapangan kerja dekat dengan tempat tinggal warga.
Temuan ini muncul dari penelitian yang dilakukan oleh Florida Atlantic University dan dipublikasikan dalam Journal of Urban Mobility. Studi tersebut mengkaji konsep 15-minute city atau kota 15 menit, yakni gagasan bahwa warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari—termasuk bekerja, berbelanja, dan bersosialisasi—dalam radius sekitar 15 menit dari rumah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terpenting untuk mewujudkan konsep tersebut bukan hanya keberadaan fasilitas publik atau akses transportasi, melainkan kepadatan lapangan kerja di sekitar kawasan permukiman.
Lapangan Kerja Dekat Rumah, Mobilitas Lebih Pendek
Peneliti menganalisis hampir 200 kawasan di sekitar stasiun transit di Portland dan Washington D.C., Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa warga cenderung lebih sering beraktivitas di lingkungan sekitarnya ketika tersedia banyak peluang kerja di kawasan tersebut.
Menurut Associate Professor Department of Urban and Regional Planning Florida Atlantic University, Louis A. Merlin, kepadatan lapangan kerja menjadi indikator paling kuat dalam menciptakan lingkungan yang mandiri.
"Di kedua wilayah tersebut, kepadatan lapangan kerja secara konsisten muncul sebagai prediktor terkuat perjalanan lokal," kata Merlin.
Kawasan dengan banyak lapangan kerja memungkinkan warga tinggal, bekerja, berbelanja, dan bersosialisasi tanpa harus melakukan perjalanan jauh setiap hari. Kondisi ini secara otomatis mengurangi kebutuhan mobilitas jarak jauh yang selama ini menjadi penyebab kemacetan di banyak kota.
Pelajaran untuk Jabodetabek
Baca Juga: Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi
Temuan tersebut relevan untuk membaca persoalan perkotaan di Indonesia, terutama di kawasan metropolitan Jabodetabek.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 3,6 juta pekerja di Jabodetabek bekerja di luar kota tempat tinggalnya. Fenomena komuter ini terjadi karena aktivitas ekonomi dan lapangan kerja masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Jakarta.
Akibatnya, jutaan orang harus melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari dari kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor menuju pusat-pusat pekerjaan. Selain memicu kemacetan, pola ini juga meningkatkan konsumsi bahan bakar dan emisi kendaraan yang berdampak pada kualitas udara.
Dalam konteks ini, pemerataan lapangan kerja dapat dipandang sebagai strategi yang tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga dengan pengelolaan transportasi dan lingkungan.
TOD Saja Tidak Cukup
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun MRT, LRT, dan KRL untuk mendorong penggunaan transportasi massal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Installer AC Indonesia Punya Kesempatan Tampil di ASEAN, MCFIT 2026 Resmi Bergulir
-
Dakwaan Batal, Dokter Tifa Ngaku Sudah Siapkan 709 Dokumen Jika Eksepsinya Ditolak Hakim
-
Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar
-
Pria di Medan Rampas HP Lansia Duduk di Kursi Roda, Uang untuk Main Judi
-
BCA Syariah Bangun 99 Masjid Asmaul Husna Pertama Ar Rahman di Aceh Tamiang
-
Cara Bayar Uang Pangkal dan SPP Sekolah Bisa Lewat BRImo
-
Amerika Keluarkan Travel Alert ke Warganya di Seluruh Dunia, Kemungkinan Perang Timteng Makin Besar
-
Plantar Fasciitis Cocok Pakai Sepatu Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Kurangi Nyeri
-
OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga
-
Tumbangkan Lawan Kuat Asal Filipina, Team Vitality Juara Mobile Legends di Esports World Cup 2026