- GKR Hemas menerima penghargaan KWP Award 2026 di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Kamis (23/4) atas dedikasi budayanya.
- Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi sang Senator dalam menjaga harmoni dan kearifan lokal nasional.
- GKR Hemas menegaskan bahwa kebudayaan merupakan instrumen strategis untuk memperkuat karakter bangsa di tengah arus globalisasi dunia.
Dalam kesempatan yang sama, GKR Hemas memberikan perhatian khusus pada peran media massa.
Sebagai salah satu pilar demokrasi, media memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya persatuan.
Ia memuji langkah wartawan parlemen yang tetap konsisten memberikan ruang bagi isu-isu non-politik praktis, seperti kebudayaan.
Menurut Hemas, kolaborasi antara pembuat kebijakan (legislator dan senator) dengan insan pers adalah kunci untuk mengarusutamakan narasi positif tentang kebangsaan.
Wartawan parlemen memiliki posisi strategis untuk menjembatani pesan-pesan dari Senayan agar sampai ke masyarakat luas dengan cara yang informatif dan edukatif.
“Peran media, khususnya wartawan parlemen, sangat penting dalam menyuarakan isu-isu kebudayaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat,” ucapnya.
KWP Award: Apresiasi untuk Kontribusi Nyata
KWP Award 2026 bukan sekadar ajang seremonial tahunan. Penghargaan ini merupakan bentuk penilaian objektif dari para jurnalis yang setiap hari meliput di lingkungan DPR, MPR, dan DPD RI.
Para penerima penghargaan dipilih berdasarkan kontribusi nyata, fungsi representasi yang kuat, serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh konstituen di daerah maupun masyarakat luas.
Baca Juga: Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
Dengan diterimanya penghargaan ini oleh GKR Hemas, diharapkan muncul gelombang kesadaran baru di kalangan pejabat publik untuk lebih peduli pada isu-isu kemanusiaan, harmoni, dan pelestarian adat istiadat.
Hemas berharap, agar langkahnya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, terutama kaum perempuan dan generasi muda, untuk berani tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas nasional.
Ia percaya bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya untuk bersatu dalam perbedaan. Budaya, menurutnya, adalah bahasa universal yang mampu mencairkan ketegangan politik dan mempererat tali persaudaraan antarwarga negara.
"Ketika budaya kita hidup dan berkembang, di situlah jati diri bangsa semakin kokoh. Dari situ pula lahir kekuatan untuk bersatu, saling menghargai, dan membangun masa depan Indonesia yang berkarakter,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'
-
Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!