News / Nasional
Kamis, 23 April 2026 | 18:38 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR Hemas, dianugerahi KWP Award 2026 untuk kategori 'Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya Nasional'.
Baca 10 detik
  • GKR Hemas menerima penghargaan KWP Award 2026 di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Kamis (23/4) atas dedikasi budayanya.
  • Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi sang Senator dalam menjaga harmoni dan kearifan lokal nasional.
  • GKR Hemas menegaskan bahwa kebudayaan merupakan instrumen strategis untuk memperkuat karakter bangsa di tengah arus globalisasi dunia.

Dalam kesempatan yang sama, GKR Hemas memberikan perhatian khusus pada peran media massa.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, media memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya persatuan.

Ia memuji langkah wartawan parlemen yang tetap konsisten memberikan ruang bagi isu-isu non-politik praktis, seperti kebudayaan.

Menurut Hemas, kolaborasi antara pembuat kebijakan (legislator dan senator) dengan insan pers adalah kunci untuk mengarusutamakan narasi positif tentang kebangsaan.

Wartawan parlemen memiliki posisi strategis untuk menjembatani pesan-pesan dari Senayan agar sampai ke masyarakat luas dengan cara yang informatif dan edukatif.

“Peran media, khususnya wartawan parlemen, sangat penting dalam menyuarakan isu-isu kebudayaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat,” ucapnya.

KWP Award: Apresiasi untuk Kontribusi Nyata

KWP Award 2026 bukan sekadar ajang seremonial tahunan. Penghargaan ini merupakan bentuk penilaian objektif dari para jurnalis yang setiap hari meliput di lingkungan DPR, MPR, dan DPD RI.

Para penerima penghargaan dipilih berdasarkan kontribusi nyata, fungsi representasi yang kuat, serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh konstituen di daerah maupun masyarakat luas.

Baca Juga: Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

Dengan diterimanya penghargaan ini oleh GKR Hemas, diharapkan muncul gelombang kesadaran baru di kalangan pejabat publik untuk lebih peduli pada isu-isu kemanusiaan, harmoni, dan pelestarian adat istiadat.

Hemas berharap, agar langkahnya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, terutama kaum perempuan dan generasi muda, untuk berani tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas nasional.

Ia percaya bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya untuk bersatu dalam perbedaan. Budaya, menurutnya, adalah bahasa universal yang mampu mencairkan ketegangan politik dan mempererat tali persaudaraan antarwarga negara.

"Ketika budaya kita hidup dan berkembang, di situlah jati diri bangsa semakin kokoh. Dari situ pula lahir kekuatan untuk bersatu, saling menghargai, dan membangun masa depan Indonesia yang berkarakter,” tutupnya.

Load More