- Sebanyak 4.708 pekerja di Malaysia mengalami pemutusan hubungan kerja selama 16 hari pertama pada April 2026.
- Menteri Ekonomi Malaysia menyatakan krisis pasokan global dan ketegangan geopolitik memicu lonjakan biaya operasional perusahaan tersebut.
- Pemerintah Malaysia menetapkan kuartal kedua 2026 sebagai periode krusial guna memantau kelanjutan tren PHK massal tersebut.
Suara.com - Lebih dari 4.700 pekerja di Malaysia kehilangan pekerjaan hanya dalam 16 hari pertama April 2026.
Data ini diungkap Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir yang menyebut ada tren PHK massal di Negeri Jiran tersebut.
Berdasarkan data Sistem Asuransi Ketenagakerjaan milik PERKESO, total 4.708 pekerja terdampak PHK dalam periode tersebut.
“Sebanyak 4.708 pekerja dilaporkan kehilangan pekerjaan dalam 16 hari pertama April,” ujar Akmal dilansir dari Says, Jumat (24/3).
Meski belum menunjukkan krisis besar, pemerintah Malaysia menilai kuartal kedua 2026 sebagai periode krusial.
Akmal memperingatkan tekanan biaya yang dihadapi perusahaan berpotensi memicu gelombang PHK lanjutan.
“Kuartal kedua akan menjadi periode penting untuk melihat apakah tekanan biaya akan berujung pada pengurangan operasional atau PHK lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya, Malaysia mencatat 10.700 PHK pada Januari, 7.500 pada Februari, dan 5.900 pada Maret 2026.
Meski angka tersebut sempat menurun, data April menunjukkan tren PHK belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga: Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
Akmal menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini bukan sekadar gejolak jangka pendek.
Akmal menyebut adanya krisis pasokan global yang berdampak luas pada berbagai sektor.
“Ini bukan lagi sekadar isu harga minyak, tetapi sudah berkembang menjadi krisis pasokan global yang memengaruhi energi, logistik, bahan baku hingga kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Tekanan tersebut juga dipicu ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent pun melonjak hingga sekitar USD94 per barel dari sebelumnya USD72.
Di Malaysia, inflasi meningkat menjadi 1,7 persen pada Maret dari 1,4 persen pada Februari.
Kenaikan ini terutama didorong oleh biaya transportasi yang semakin tinggi.
“Ini menunjukkan ekonomi masih bertahan di tengah tekanan eksternal yang belum mereda,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
-
BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian
-
IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
-
Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi