- Pemimpin Vietnam To Lam dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu di Hanoi untuk meresmikan berbagai kerja sama strategis.
- Kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di sektor teknologi, energi nuklir, infrastruktur, dan inovasi guna meningkatkan target perdagangan bilateral.
- Korea Selatan memperkuat posisinya sebagai investor terbesar di Vietnam melalui ekspansi proyek strategis oleh perusahaan besar seperti Samsung.
Suara.com - Pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, menerima kunjungan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Hanoi pada Rabu. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mengumumkan belasan kesepakatan kerja sama, termasuk di bidang inovasi teknologi dan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Korea Selatan saat ini menjadi sumber investasi asing terbesar bagi Vietnam sekaligus salah satu mitra dagang utama, dengan nilai perdagangan dua arah melampaui 90 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Lee menilai kunjungannya mencerminkan tingkat kepercayaan politik yang tinggi antara kedua negara, sejalan dengan pernyataan To Lam dalam pertemuan di istana kepresidenan.
"Vietnam menyambut perusahaan Korea Selatan untuk melakukan investasi baru dan memperluas proyek yang sudah ada, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, kota pintar, semikonduktor, pusat data AI, energi nuklir, dan pelabuhan pintar," kata To Lam dikutip dari New Straits Times.
Pertemuan ini menjadi yang kedua dalam kurun kurang dari satu tahun, setelah sebelumnya To Lam berkunjung ke Seoul pada Agustus lalu.
Setelah penandatanganan kesepakatan, Lee menyoroti situasi global yang semakin tidak menentu serta meningkatnya persaingan teknologi.
"Dengan ketidakpastian geopolitik yang mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan persaingan teknologi yang semakin intensif, kami berharap masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah kedua negara dapat membangun pencapaian yang telah kita raih bersama," ujar Lee.
Vietnam sendiri mendorong peningkatan investasi Korea Selatan di berbagai sektor strategis, seperti infrastruktur, manufaktur elektronik canggih, semikonduktor, kecerdasan buatan, serta energi terbarukan.
Salah satu kesepakatan yang dicapai adalah kerangka kerja “rencana induk kerja sama sains, teknologi, dan inovasi” antara Vietnam dan Korea Selatan. Selain itu, terdapat pula kerja sama di bidang digital, hak kekayaan intelektual, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Baca Juga: Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
To Lam, yang bulan ini juga menjabat sebagai presiden selain posisi sebelumnya sebagai pimpinan Partai Komunis, tengah mendorong model pertumbuhan baru yang berfokus pada inovasi digital dan teknologi, sebagai upaya keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Menurut World Bank dalam laporan pembangunan 2024, banyak negara menghadapi “middle-income trap” ketika pendapatan per kapita mencapai sekitar 10 persen dari GDP Amerika Serikat, yang sulit untuk dilampaui.
Vietnam dan Korea Selatan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 150 miliar dolar AS pada 2030.
Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung, menjadi investor asing terbesar di Vietnam dengan total investasi lebih dari 23 miliar dolar AS, menurut kementerian keuangan.
Melalui anak usahanya, Samsung Electronics, perusahaan tersebut juga berencana menambah investasi sebesar 4 miliar dolar AS untuk pembangunan pabrik pengemasan chip di Provinsi Thai Nguyen, Vietnam
Berita Terkait
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih
-
Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital
-
Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia
-
Menguak Praktik Nyata AI dalam Bisnis Modern di Buku Bernard Marr
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup