News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB
William McCasland (Independen)
Baca 10 detik
  • Pemerintah AS menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus hilangnya sepuluh ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir.

  • FBI dikerahkan untuk memastikan apakah kematian para pakar merupakan kebetulan atau rencana terencana.

  • Kasus hilangnya pensiunan jenderal pengelola riset nuklir menjadi fokus utama penyelidikan federal.

Suara.com - Gedung Putih kini memburu benang merah di balik serangkaian peristiwa hilangnya sejumlah pakar sains ternama Amerika Serikat.

Pemerintah secara resmi telah memerintahkan otoritas federal untuk memverifikasi apakah ada pola terorganisir dalam kasus-kasus tersebut.

Langkah luar biasa ini diambil setelah munculnya spekulasi masif mengenai ancaman terhadap aset intelektual paling berharga di negara ini.

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Liu Jie/am.

Presiden Donald Trump sendiri mengonfirmasi bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan terhadap beberapa tokoh sains yang sangat berpengaruh.

Fokus utama investigasi ini adalah menentukan apakah kejadian tersebut murni insiden acak atau merupakan serangan sistematis.

"Saya berharap itu acak," kata Presiden Donald Trump ketika ditanya oleh seorang reporter mengenai klaim tersebut.

Presiden AS Joe Biden (kanan) saat bertemu dengan Presiden terpilih AS Donald Trump (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/11/2024). [SAUL LOEB / AFP]

"Hal yang cukup serius... Mudah-mudahan, saya tidak tahu, kebetulan, atau apa pun sebutannya. Tapi beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting, dan kami akan memeriksanya dalam waktu dekat."

Trump memberikan pernyataan tersebut sesaat setelah merampungkan pertemuan khusus yang membahas isu krusial ini.

Karoline Leavitt selaku Sekretaris Pers Gedung Putih menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mengusut tuntas setiap laporan.

Baca Juga: Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Instruksi tegas telah diberikan kepada FBI dan lembaga terkait untuk tidak membiarkan satu pun petunjuk terlewatkan.

"Tidak ada batu yang tidak akan dibalik," tegas Karoline Leavitt pada 17 April terkait upaya pencarian fakta tersebut.

Penelitian independen menunjukkan setidaknya ada sepuluh insiden kematian atau orang hilang yang memiliki kaitan dengan komunitas ilmiah.

Kaitan antar korban ditemukan sangat bervariasi, namun semuanya memiliki akses pada riset-riset strategis nasional.

Salah satu fokus yang paling mencolok melibatkan sosok William "Neil" McCasland, seorang pensiunan jenderal Angkatan Udara.

McCasland yang berusia 68 tahun terakhir kali terlihat di kediamannya di Albuquerque sebelum menghilang tanpa jejak.

Load More