-
Pemerintah AS menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus hilangnya sepuluh ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir.
-
FBI dikerahkan untuk memastikan apakah kematian para pakar merupakan kebetulan atau rencana terencana.
-
Kasus hilangnya pensiunan jenderal pengelola riset nuklir menjadi fokus utama penyelidikan federal.
Suara.com - Gedung Putih kini memburu benang merah di balik serangkaian peristiwa hilangnya sejumlah pakar sains ternama Amerika Serikat.
Pemerintah secara resmi telah memerintahkan otoritas federal untuk memverifikasi apakah ada pola terorganisir dalam kasus-kasus tersebut.
Langkah luar biasa ini diambil setelah munculnya spekulasi masif mengenai ancaman terhadap aset intelektual paling berharga di negara ini.
Presiden Donald Trump sendiri mengonfirmasi bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan terhadap beberapa tokoh sains yang sangat berpengaruh.
Fokus utama investigasi ini adalah menentukan apakah kejadian tersebut murni insiden acak atau merupakan serangan sistematis.
"Saya berharap itu acak," kata Presiden Donald Trump ketika ditanya oleh seorang reporter mengenai klaim tersebut.
"Hal yang cukup serius... Mudah-mudahan, saya tidak tahu, kebetulan, atau apa pun sebutannya. Tapi beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting, dan kami akan memeriksanya dalam waktu dekat."
Trump memberikan pernyataan tersebut sesaat setelah merampungkan pertemuan khusus yang membahas isu krusial ini.
Karoline Leavitt selaku Sekretaris Pers Gedung Putih menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mengusut tuntas setiap laporan.
Baca Juga: Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
Instruksi tegas telah diberikan kepada FBI dan lembaga terkait untuk tidak membiarkan satu pun petunjuk terlewatkan.
"Tidak ada batu yang tidak akan dibalik," tegas Karoline Leavitt pada 17 April terkait upaya pencarian fakta tersebut.
Penelitian independen menunjukkan setidaknya ada sepuluh insiden kematian atau orang hilang yang memiliki kaitan dengan komunitas ilmiah.
Kaitan antar korban ditemukan sangat bervariasi, namun semuanya memiliki akses pada riset-riset strategis nasional.
Salah satu fokus yang paling mencolok melibatkan sosok William "Neil" McCasland, seorang pensiunan jenderal Angkatan Udara.
McCasland yang berusia 68 tahun terakhir kali terlihat di kediamannya di Albuquerque sebelum menghilang tanpa jejak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global
-
Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
-
Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah
-
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
-
Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar
-
RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan
-
Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati
-
BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG