News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB
Ilustrasi pembunuhan (Antara)
Baca 10 detik
  • Janet Fordham tewas kecelakaan di Ghana setelah kehilangan seluruh harta akibat penipuan cinta.

  • Total kerugian korban mencapai £1 juta akibat rangkaian skema penipuan asmara sejak 2017.

  • Korban nekat menemui pelaku di Ghana meskipun sudah diperingatkan polisi dan keluarga besar.

Pihak kepolisian sebenarnya telah mencoba membujuk Janet sebanyak tiga kali sejak tahun 2017 hingga 2022.

Detektif Sersan Ben Smith menyebutkan bahwa kepolisian berusaha meyakinkan Janet "untuk tidak menjalin kontak dengan para penjahat dan tidak menyerahkan uang", namun ia melakukannya atas kehendak sendiri.

Pada Oktober 2022, Janet tetap memutuskan berangkat ke Ghana untuk menemui Kofi yang diklaim sebagai tunangannya.

Pihak keluarga mengaku telah mengupayakan segala cara medis dan hukum untuk mencegah keberangkatan Janet tersebut.

"Sebagai sebuah keluarga, kami mencoba segalanya untuk menghentikannya, tetapi dia bersikeras," kenang Melanie Fordham dengan nada menyesal.

Insiden maut terjadi saat Janet dan Kofi sedang berkendara menuju wilayah Oti untuk mencari restu keluarga.

Mobil yang mereka tumpangi keluar dari badan jalan dan mengalami kecelakaan hebat yang merenggut nyawa Janet.

Kofi mengklaim bahwa tujuan perjalanan tersebut adalah untuk mempersiapkan pernikahan resmi mereka di Ghana.

Hasil pemeriksaan koroner memastikan bahwa Janet meninggal dalam kondisi bangkrut total tanpa sisa harta sedikitpun.

Baca Juga: Viral! Pick Up Ugal-Ugalan Terbalik di Tikungan Maut Gowa, Penumpang Berhamburan

Investigasi kepolisian terhenti karena selama hidupnya Janet menolak bekerja sama untuk melaporkan para pelaku penipuan tersebut.

Janet Fordham adalah seorang janda asal Devon, Inggris, yang terperangkap dalam lingkaran setan romance fraud sejak tahun 2017.

Meskipun telah diperingatkan oleh keluarga dan polisi, ia terus mengirimkan uang melalui metode yang sulit dilacak seperti Bitcoin.

Tragisnya, ia meninggal dunia pada 14 Februari 2023 di Ghana, tepat saat ia mencoba membangun hidup baru dengan salah satu orang yang diduga menjadi bagian dari skema penipuan tersebut.

Load More