News / Nasional
Jum'at, 24 April 2026 | 20:27 WIB
Sejarawan Indonesia J.J Rizal dalam sebuah diskusi Liga Demokrasi yang bertajuk Militerisme, kekerasan, dan Impunitas, yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jumat (24/04/2026) [Suara.com/Tsabita]
Baca 10 detik
  • Sejarawan J.J. Rizal menyatakan Indonesia gagal menuntaskan agenda Reformasi akibat kegagalan membongkar infrastruktur kekuasaan masa Orde Baru.
  • Diskusi di YLBHI pada 24 April 2026 menyoroti strategi suap dan kekerasan yang melanggengkan kekuasaan para aktor lama.
  • Dampaknya, pelaku kejahatan masa lalu kini menempati posisi strategis yang menghambat kemajuan serta kualitas demokrasi di Indonesia.

"Mereka terbukti melakukan kejahatan-kejahatan tapi tetap punya kedudukan terhormat, diberi tempat, dan bisa bicara di era Reformasi tentang demokrasi,
bahkan ngajarin kita tentang demokrasi," tuturnya.

Kondisi inilah yang dianggap Rizal sebagai alasan mengapa Indonesia belum bisa melangkah maju sepenuhnya.

Menurutnya, selama para aktor masa lalu tetap berkumpul tanpa ada pertanggungjawaban hukum yang jelas, Indonesia akan terus membawa beban sejarah yang menghambat kualitas demokrasi nasional.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More