- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi APBN dalam keadaan aman dan membantah isu kas negara tersisa sedikit.
- Pemerintah menempatkan saldo anggaran lebih sebesar Rp300 triliun pada sektor perbankan guna menjaga likuiditas serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
- Kinerja fiskal mencatat pendapatan negara tumbuh 10,5 persen hingga Maret 2026 dengan defisit yang tetap terjaga secara stabil.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut uang negara saat ini hanya tersisa Rp120 triliun. Ia menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam keadaan aman dan memadai.
“Nggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat.
Purbaya menjelaskan, angka Rp120 triliun yang beredar tersebut merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang biasa ditempatkan di Bank Indonesia (BI), bukan mencerminkan keseluruhan kondisi kas negara.
Menurutnya, total SAL saat ini mencapai Rp420 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp120 triliun disimpan di BI, sementara Rp300 triliun lainnya telah dimanfaatkan untuk menyuntik likuiditas ke sektor perbankan.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi perbankan serta mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah awalnya menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun, kemudian menambah Rp100 triliun menjelang periode Lebaran guna menjaga likuiditas perbankan di tengah meningkatnya kebutuhan dana masyarakat.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa dana tersebut bersifat fleksibel karena ditempatkan dalam bentuk deposito on call, sehingga dapat ditarik kembali sewaktu-waktu oleh pemerintah.
“Dulu biasanya ditaruh di BI, sekarang harusnya masuk ke ekonomi. Itu yang menunjang pertumbuhan ekonomi selama beberapa bulan terakhir. Tapi uangnya nggak habis, masih deposito saya. Itu langkah yang pintar (smart move) sebetulnya,” tuturnya.
Dari sisi kinerja fiskal, hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh penerimaan pajak yang meningkat 20,7 persen (yoy).
Baca Juga: Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif
Sementara itu, belanja negara juga mengalami peningkatan sebesar 31,4 persen (yoy), dengan defisit APBN tetap terjaga di level 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya memastikan APBN tetap solid dan mampu berperan sebagai peredam gejolak (shock absorber) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berita Terkait
-
Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif
-
Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Copot Febrio dan Luky: Ada 'Noise' Internal!
-
Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru