News / Metropolitan
Selasa, 21 April 2026 | 16:53 WIB
Warga mengangkut ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]
Baca 10 detik
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menginisiasi riset pengolahan limbah ikan sapu-sapu menjadi arang untuk mengatasi ledakan populasi sungai.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi prosedur pemusnahan ikan sapu-sapu agar sesuai dengan kaidah etika setelah mendapat kritik dari MUI.
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan menawarkan opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi bahan pupuk organik maupun tepung ikan secara teknis.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melontarkan ide mutakhir guna mengatasi ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai Jakarta.

Gagasan muncul setelah melihat volume tangkapan ikan yang mencapai hitungan ton dan mulai menjadi polemik di tengah masyarakat.

"Kemarin itu kan baru pertama kali. Kami juga kaget, jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap sekian ton itu," ujar Rano di Balai Kota, Selasa (21/4/2026).

Sosok yang lekat dengan figur Bang Doel itu melirik metode yang telah dipraktikkan oleh negara Brasil dalam mengolah limbah sapu-sapu agar memiliki nilai guna.

"Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brazil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brazil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang," tuturnya.

Rano langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan riset terkait potensi pengolahan limbah sapu-sapu menjadi arang.

"Nah, itu kemarin saya kirim kepada Dinas LH, coba kita bikin seperti ini," sambung politisi PDIP tersebut.

Selain rencana pengolahan menjadi arang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menaruh atensi pada evaluasi teknis proses pemusnahan ikan-ikan tersebut.

Hal ini merujuk pada kritik Majelis Ulama Indonesia (MUI), di mana proses penguburan massal ikan sapu-sapu dinilai tidak sesuai kaidah Islam karena masih banyak yang tertimbun dalam kondisi bernyawa.

Baca Juga: 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu Diangkat dari Jakarta: Mengapa Spesies Ini Jadi Ancaman Serius?

"Mungkin kemarin istilahnya penguburannya kan banyak yang belum mati segala macam. Untuk itu, mungkin kami akan benahi. Bahasanya, mungkin harus dimatiin dulu," pungkas Rano.

Proyeksi pengolahan limbah sapu-sapu Jakarta sebelumnya juga sudah disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Haeru Rahayu.

Ia menawarkan beberapa opsi pemanfaatan yang memungkinkan secara teknis, seperti diolah menjadi pupuk organik atau tepung ikan.

Load More