-
Donald Trump memperingatkan potensi kehancuran permanen pada infrastruktur minyak Iran akibat blokade laut.
-
Amerika Serikat menghentikan perjalanan diplomatik dan menuntut Iran memulai inisiatif pembicaraan secara langsung.
-
Penyerahan uranium menjadi syarat mati bagi AS dalam menyepakati perjanjian perdamaian dengan Iran.
Kekuatan negosiasi AS saat ini dianggap berada di puncak karena kontrol penuh atas jalur distribusi minyak mentah.
Blokade laut menyebabkan Iran kesulitan memindahkan hasil bumi mereka ke kapal pengangkut maupun tempat penyimpanan permanen.
Trump memproyeksikan hanya ada waktu sekitar tiga hari sebelum tekanan pada sistem pipa dan kilang mencapai batas kerusakan.
Jika kerusakan teknis ini terjadi, Iran diprediksi kehilangan setengah kemampuan produksinya meski mencoba membangun kembali infrastruktur tersebut nantinya.
"Saya pikir mereka sedang berada di bawah tekanan," kata Trump merujuk pada situasi genting di Teheran.
Perselisihan ini berakar dari tuntutan keras AS agar Iran menyerahkan seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya.
"Kami akan mengambilnya, dan itu adalah bagian dari negosiasi kami dengan Iran. Kami tidak ingin mereka memilikinya," pungkas Trump.
Hingga saat ini, otoritas Iran belum memberikan respons resmi terkait pernyataan klaim kerusakan infrastruktur minyak tersebut.
Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian stabilitas energi di kawasan Timur Tengah akibat konfrontasi ekonomi kedua negara.
Baca Juga: QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
Amerika Serikat bersikeras tetap memegang kendali penuh atas semua kartu negosiasi demi menghentikan ambisi nuklir Teheran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
BEM KSI: Dasco Selesaikan Masalah Dana Umat Katolik Secara Bijak, Isunya Jadi Tak Melebar
-
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online
-
Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu