-
Pembajakan kapal Honour 25 di Somalia mengancam pasokan 18.500 barel minyak untuk Mogadishu.
-
Sebanyak 17 kru dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi sandera kelompok bersenjata Somalia.
-
Insiden pembajakan ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan bakar minyak di Somalia.
Suara.com - Aksi pembajakan kapal tanker Honour 25 di pesisir Somalia mengancam ketersediaan energi nasional dan memperparah inflasi harga bahan bakar.
Insiden ini menandai kerentanan jalur perdagangan maritim di Samudra Hindia yang sebelumnya sempat dinyatakan aman dari gangguan bajak laut.
Dikutip dari BBC, keberhasilan enam pria bersenjata menguasai kapal bermuatan minyak ini menjadi alarm keras bagi otoritas keamanan internasional di wilayah tersebut.
Kapal yang mengangkut belasan ribu barel minyak tersebut kini berada di bawah kendali penuh kelompok kriminal bersenjata.
Situasi ini diprediksi akan mencekik ekonomi warga Mogadishu yang mulai kesulitan mengakses bahan bakar minyak dengan harga terjangkau.
Muatan sebanyak 18.500 barel minyak di atas kapal tersebut seharusnya menjadi tumpuan stok energi bagi ibu kota Somalia.
Data pelayaran menunjukkan Honour 25 sempat melintasi Selat Hormuz sebelum akhirnya memutar arah menuju target tujuan di Mogadishu.
Perjalanan yang dimulai dari pelabuhan Berbera sejak Februari lalu kini berakhir di tangan pembajak yang mencegat kapal tersebut.
Kenaikan harga bahan bakar di Mogadishu yang mencapai tiga kali lipat kini menghadapi ketidakpastian baru akibat hilangnya pasokan ini.
Baca Juga: Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
Pasokan energi yang tersandera memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sudah tertekan oleh situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Terdapat 17 kru kapal dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia, yang kini berada dalam situasi berbahaya.
Kelompok pembajak dilaporkan telah menambah personel mereka saat kapal bersandar di dekat kota nelayan Xaafun dan Bander Beyla.
Hingga saat ini, belum ada tuntutan resmi yang disampaikan oleh para pelaku yang menguasai kapal tanker minyak tersebut.
Petugas keamanan dari wilayah otonom Puntland mengonfirmasi bahwa kapal Honour 25 disergap pada jarak sekitar 30 mil laut.
"Kapal itu, Honour 25, diserbu larut malam pada hari Rabu oleh enam pria bersenjata, ketika berada sekitar 30 mil laut di lepas pantai," kata pejabat keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas