-
Pembajakan kapal Honour 25 di Somalia mengancam pasokan 18.500 barel minyak untuk Mogadishu.
-
Sebanyak 17 kru dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi sandera kelompok bersenjata Somalia.
-
Insiden pembajakan ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan bakar minyak di Somalia.
Otoritas maritim internasional dan pemerintah setempat sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penyelamatan para sandera.
Pasukan Angkatan Laut Eropa yang bertugas memantau keamanan di perairan Somalia juga terpantau masih melakukan koordinasi internal.
"Kapal itu membawa 18.500 barel minyak," ujar pejabat keamanan dari wilayah semi-otonom Puntland di Somalia kepada BBC.
Ketidakhadiran pernyataan resmi dari pemerintah Somalia menambah kekhawatiran keluarga kru kapal yang berasal dari Pakistan hingga Myanmar.
Belum diketahui secara pasti bagaimana para pembajak tersebut mampu menembus sistem keamanan kapal tanker yang cukup besar itu.
Setelah sempat mereda selama tiga tahun terakhir, aksi pembajakan di wilayah Samudra Hindia kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Jalur perdagangan ini sempat dianggap bersih dari aktivitas kriminal bersenjata setelah intervensi militer internasional besar-besaran beberapa tahun silam.
Namun, kembalinya pembajakan terhadap kapal tanker minyak seperti Honour 25 menunjukkan bahwa stabilitas keamanan maritim di lepas pantai Somalia masih sangat rapuh dan membutuhkan perhatian dunia.
Baca Juga: Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas