- Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa perombakan Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto sepenuhnya.
- Isu reshuffle muncul jelang jadwal pelantikan pejabat baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin, 27 April 2026.
- Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melakukan empat kali perombakan kabinet strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan berbagai sektor.
Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memberikan tanggapan resmi terkait berhembusnya kabar perombakan atau reshuffle pejabat dalam susunan Kabinet Merah Putih.
Isu ini mencuat setelah beredar informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melantik sejumlah pejabat baru pada hari ini, Senin (27/4/2026). Nama Qodari sendiri santer disebut-sebut menjadi salah satu figur yang masuk dalam skema perubahan posisi di lingkungan istana tersebut.
Menanggapi spekulasi yang berkembang di ruang publik, Qodari menegaskan bahwa segala keputusan mengenai susunan pembantu presiden sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
Ia tidak memberikan jawaban eksplisit mengenai kebenaran pelantikan dirinya dalam posisi baru, melainkan menekankan pada aturan ketatanegaraan yang berlaku. "Itu semua prerogatif Presiden," kata Qodari, Senin siang.
Lebih lanjut, Qodari meminta masyarakat dan awak media untuk tidak berspekulasi terlalu jauh dan tetap memantau informasi resmi yang akan dikeluarkan oleh pihak istana.
Menurutnya, dinamika dalam kabinet adalah hal yang lumrah dan keputusan akhir tetap menjadi otoritas penuh Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang mandat kekuasaan eksekutif. "Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya.
Senada dengan Qodari, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya juga memberikan pernyataan singkat terkait isu panas tersebut.
Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Teddy tidak membantah maupun membenarkan secara detail mengenai jadwal pelantikan pejabat baru, namun ia meminta publik untuk bersabar menanti pengumuman resmi.
"Tunggu saja," kata Seskab Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (27/4).
Baca Juga: Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
Sejauh ini, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melakukan empat kali perombakan atau reshuffle pada susunan Kabinet Merah Putih. Langkah-langkah strategis ini diambil guna memperkuat kinerja pemerintahan di berbagai sektor krusial.
Pada reshuffle jilid pertama yang terjadi pada 19 Februari 2025, Presiden melakukan penyegaran di sektor pendidikan dan pengawasan.
Prabowo melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Di saat yang sama, Muhammad Yusuf Ateh dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan didampingi Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.
Tak hanya itu, pada gelombang pertama ini, Amalia Adininggar Widyasanti dilantik sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai wakilnya.
Sektor keamanan siber juga diperkuat dengan pelantikan Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Berita Terkait
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG